Gunawan Dianjaya Raih Kontrak Rp 645 Juta - Proyek Pembongkaran Mesin

NERACA

Jakarta – PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) yang bergerak di bidang produksi baja menjalin kerjasama dengan PT Krakatau Konsultan untuk melakukan kontrak survei engineering senilai Rp165 juta dan US$48.700. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Gunawan Dianjaya Steel Hadi Sutjipto menjelaskan bahwa waktu pengerjaan kontrak tersebut mulai 18 Oktober hingga 23 November 2013. Selain itu, dia juga menjelaskan kontrak tersebut terkait dengan kegiatan pembongkaran mesin (dismantling) dilakukan pada mesin pelat baja canai panas (hot rolled steel plate), termasuk pengemasan dan pengapalan.“Transaksi tersebut juga berkaitan dengan penambahan satu line mesin produksi berkapasitas 1 juta ton pelat baja per tahun. Kami juga telah melakukan pembayaran polis asuransi erection all risk insurance kepada Lotte Insurance sebesar US$43.392 pada 22 Agustus 2013”, ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa tidak ada dampak kegiatan operasional dengn adanya kerjasama ini karena unit usaha lama yang dimiliki perseroan masih berjalan dan berfungsi sesuai dengan keadaan sebelumnya. Sementara dampak terhadap keuangan perseroan yang mungkin terjadi adalah kas dan setara kas perseroan yaitu uang muka pembelian dan aset tetap,”Dampak terhadap kelangsungan kegiatan usaha perseroan, jika unit usaha produksi berjalan sesuai rencana, maka kelangsungan usaha perseroan akan semakin baik. Karena transaksi ini berkaitan dengan penambahan satu mesin produksi berkapasitas satu juta ton steel plate per tahun”, jelasnya.

Perseroan juga telah menandatangani kontrak pembongkaran mesin (dismantling) dengan perusahaan asal Korea Selatan SL-EMC Co Ltd dan perusahaan lokal PT Baja Menara Inti dengan nilai transaksi US$4,4 juta. Pembayaran dibagi dalam dua tahap, yaitu 30% uang muka dengan cara telegraphic transfer dan 70% pembayaran progresif dengan cara menerbitkan irrevocable documentary letter of credit (LC).

Untuk kontrak pengemasan dan pengapalan (packing and shipping) dengan perusahaan lokal PT Baja Menara Inti, nilai transaksi mencapai US$3,05 juta. Pembayarannya dibagi dalam dua tahap, yaitu US$550.000 uang muka dengan cara telegraphic transfer maksimum 10 hari kerja setelah tanggal kontrak, sedangkan sisanya US$2,5 juta dengan cara angsuran selama 10 bulan, dimulai 30 hari setelah pembayaran uang muka.

Dia menjelaskan bahwa kontrak tersebut berisi kesepakatan untuk mengangkut seluruh unit mesin pelat baja canai panas (hot rolled steel plate) yang dibeli dari Dongkuk Steel Mill Co Ltd dari Korea Selatan menuju Surabaya. Perseroan berharap langkah tersebut dapat membuat kelangsungan usaha perseroan semakin baik, bila unit usaha telah berjalan sesuai dengan rencana. (nurul)

BERITA TERKAIT

BRI Syariah Raih Penghargaan Digital Brand Award

      NERACA   Jakarta – BRI Syariah menerima penghargaan Digital Brand Award 2018 untuk kategori Bank Umum Syariah…

Waskita Raih Pinjaman Sindikasi Rp 1,5 Triliun

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah mengantongi pinjaman sebesar Rp1,5 triliun. Dana tersebut diperoleh dari fasilitas kredit sindikasi. Sekretaris…

BSDE Terbitkan Obligasi Senior US$ 250 Juta

NERACA Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui salah satu entitas usahanya, Global Prime Capital (GPC) Pte Ltd…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perempuan Harus Melek Investasi Saham

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perempuan melek investasi untuk masa depan keluarga yang lebih baik melalui kegiatan pameran pasar…

Adi Sarana Bukukan Laba Rp 41,09 Miliar

Perusahaan rental mobil, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pendapatan di kuartal satu 2018 sebesar Rp 450,83 miliar atau…

Gelar IPO,Madusari Bakal Lepas Saham 30%

Bila tidak ada aral melintang, tahun ini PT Madusari Murni Indah Tbk bakal mencatatkan saham perdananya di pasar modal. Perusahaan…