Energi Investasikan Dana US$ 175 Juta

Tambah Blok Migas di Afrika

Senin, 21/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali melakukan aksi korporasi akuisisi untuk menambah blok kepemilikannya. Kali ini perseroan mengakuisisi kontrak konsesi eksplorasi dan produksi (EPCC) minyak dan gas blok Buzi EPCC di Mozambik, Afrika senilai US$175 juta.

Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk Imam P Agustino mengatakan bahwa dengan akuisisi yang telah dilakukan perseroan, maka pihaknya akan memiliki 75% participating interest di Blok Buzi EPCC yang bermitra dengan pemerintah Mozambik. Sementara itu, dia juga menjelaskan bahwa biaya untuk merealisasikan akusisi tersebut diperoleh perseroan dari kas internal dan fasilitas pinjaman.“Sedangkan sisanya dimiliki Empressa Nacional de Hidocarbonetors (ENH). Blok tersebut diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2017 mendatang”, ujar dia dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia juga mengakui bahwa Blok EPCC Buzi memang menarik perhatian banyak perusahaan migas internasional, terutama setelah cadangan gas proven dan probable sebesar 283 miliar kaki kubik ditemukan di sana dan siap diproduksikan pada 2017. Selain itu, blok tersebut memiliki sumber daya prospektif gas sebesar 13,4 kaki kubik.“Mozambik muncul sebagai raksasa baru di sektor gas alam. Lebih dari 100 tcf baru-baru ini ditemukan dan Mozambik menjadi emerging region berikut untuk minyak dan terutama gas, dan bisa menjadi eksportir gas alam cair terbesar ketiga di dunia”, jelasnya.

Dia juga menyebutkan sejumlah perusahaan multi nasional telah aktif mengeksplorasi, menilai, dan mengembangkan penemuan gas mereka di proyek-proyek LNG di Mozambik. Pihaknya mengakui cukup senang karena masuk dalam Mozambik dan pada tahap awal pengembangan gas dan mitra kami adalah pemerintah.

Menurut dia hal ini menunjukkan bahwa perusahaan migas Indonesia bisa bersaing di dunia internasional dengan berfokus pada inovasi teknologi, transparansi, dan fairness.“Selain produksi jangka pendek dari cadangan gas proven dan probable sebesar 283 miliar kaki kubik dari Buzi dan sumber daya prospektif gas sebesar 13,4 kaki kubik, lokasinya cukup strategis karena dikelilingi oleh lapangan gas yang telah berproduksi seperti Pande, Temane, dan Inhassoro”, ujarnya.

Keuntungan lainnya adalah syarat-syarat kontrak konsesi yang menarik, ketersediaan infrastruktur pipa gas dari Mozambik ke Afrika Selatan dan tingginya permintaan gas domestik dan ekspor. Beberapa perusahaan internasional yang telah aktif di blok Mozambik adalah Anadarko (AS), ENI (Italia), Total (Perancis), Sasol (Afrika Selatan), PTTEP (Thailand), Statoil (Norwegia), dan masih ada beberapa lagi.

Perseroan juga menyebutkan bahwa perusahaan besar seperti BP dan Shell akan menjadi kompetitor raksasa untuk sumber daya hidro karbon di negeri tersebut. Sehingga dengan adanya pesaing besar, perseroan akan melakukan beberapa langkah, salah satunya menyehatkan keuangannya. Salah satu caranya dengan membayar utang lebih cepat ke Credit Suisse senilai US$200 juta beberapa bulan lalu.

Perseroan mencatatkan penjualan naik menjadi US$374,58 hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$241,84 juta. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$175,69 juta pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya US$1,2 juta.

Liabilitas perseroan turun menjadi US$1,26 miliar pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai US$1,38 miliar. Ekuitas perseroan naik menjadi US$894,14 juta pada 30 Juni 2013 dari 31 Desember 2012 senilai US$690,76 juta. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi US$175,76 juta pada 30 Juni 2013 dari periode 31 Desember 2012 senilai US$35,86 juta. (nurul)