Taman Ismail Marzuki

Berwisata Sejarah, Wisata Rekreasi, Hingga Wisata Kuliner

Sabtu, 26/10/2013

Ada satu tempat yang satu ini hampir memiliki semuanya dan cukup unik, selain memiliki bangunan yang cukup memiliki sejarah yang panjang, tempat yang satu ini pun memberikan hiburan yang sangat unik dari wisata sejarah, wisata rekreasi seperti planetarium hingga wisata kuliner. Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzukiyang populer disebut Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan sebuah pusat kesenian dan kebudayaan yang berlokasi di jalan Cikini Raya 73,Jakarta Pusat.

Di sini terletakInstitut Kesenian Jakarta (IKJ) danPlanetarium Jakarta. Selain itu, TIM juga memiliki enam teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip, dan bioskop. Acara-acara seni dan budaya dipertunjukkan secara rutin di pusat kesenian ini, termasuk pementasan drama, tari, wayang, musik, pembacaan puisi, pameran lukisan dan pertunjukan film. Berbagai jenis kesenian tradisional dan kontemporer, baik yang merupakan tradisi asli Indonesia maupun dari luar negeri juga dapat ditemukan di tempat ini.

Nama pusat kesenian ini berasal dari nama pencipta lagu terkenal Indonesia,Ismail Marzuki. Diresmikan pembukaannya oleh Gubernur Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta Jenderal MarinirAli Sadikin, tanggal10 November1968. TIM dibangun di atas areal tanah seluas sembilan hektar. Dulu tempat ini dikenal sebagai ruang rekreasi umum ‘Taman Raden Saleh’ (TRS) yang merupakanKebun Binatang Jakarta sebelum dipindahkan keRagunan.

Pengunjung ‘TRS’ selain dapat menikmati kesejukan paru-paru kota dan melihat sejumlah hewan, juga bisa nonton balap anjing di lintasan ‘Balap Anjing’ yang kini berubah menjadi kantor dan ruang kuliah mahasiswa Fakultas Perfilman dan Televisi IKJ. Ada juga lapangan bermain sepatu roda berlantai semen. Fasilitas lainnya ialah dua gedung bioskop, Garden Hall dan Podium melengkapi suasana hiburan malam bagi warga yang suka nonton film. Tetapi sejak 37 tahun lalu suasana seperti itu tidak lagi dapat ditemukan. Khususnya setelah Bang Ali menyulap tempat ini menjadi Pusat Kesenian Jakarta TIM.

TIM sejak berdiri tahun 1968 lalu hingga kini telah menjadi ruang ekspresi seniman yang menyajikan karya-karya inovatif. Pertunjukkan eksperimen, suatu dunia atau karya seni yang sarat dengan dunia ide. Membuka pintu seluas-luasnya bagi ruang berfikir dan berkreasi menuju seni yang berkualitas. Untuk beberapa waktu lamanya harapan muncul suatu karya dalam dunia penciptaan, menjadi kenyataan. Panggung TIM menjadi marak dengan karya-karya eksperimen yang sarat ide. Ini ditandai oleh sejumlah kreator seni yang sempat membuka peta baru di atas pentas.

Di antaranya alm WS Rendra, pimpinan Bengkel Teater Yogya dari Kampung Ketanggungan Wetan Yogyakarta. Awalnya karya Rendra, berupa drama "Be Bop" atau drama mini kata "SSSTTT" ditayangkan dilayar kacaTVRI. Menyusul pentas drama klasik Yunani "Oedipus Rex", "Menunggu Godot", "Hamlet",dan karya pentas mini kata lainnya.

Sebelum dikembangkan menjadi TIM, area ini dulunya merupakan area publik yang didirikan dan dimiliki oleh Raden Saleh, pelukis ternama Indonesia selama masa kependudukan Hindia Belanda. Di dalam Kompleks Taman Ismail Jakarta, kini terdapat Graha Bhakti Budaya, Galeri Cipta II dan Galeri Cipta III, Theater Kecil atau Theater Studio, Theater Halaman atau Studio Pertunjukan Seni dan Plaza. Namun tidak hanya itu saja, beragam kuliner pun dihadirkan didalam komplek ini ataupun di luar area Taman Ismail Marzuki ini, kita bisa berburu kuliner sambil santai menikmati komplek TIM yang lumayan sejuk untuk duduk-duduk.