Kepemilikan Saham MPMX Jadi 64,97% di MPMF

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) akan meningkatkan kepemilikan saham di PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPMF) menjadi 64,97% dari sebelumnya 37,18%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Pemegang saham terbesar MPMF saat ini adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPMR) sebesar 62,82% senilai Rp188,51 miliar. Sedangkan sisanya dimiliki perseroan sebesar 37,18% atau senilai Rp111,573 miliar.

Sementara perseroan juga memiliki 99,9997% saham MPMR. Dengan demikian rencana akuisisi ini tidak akan mengubah kepemilikan efektif perseroan terhadap MPMF karena tetap mendekati 100%. Transaksi akuisisi tersebut dengan cara meningkatkan penyertaan modal perseroan di MPMF sebesar 238.000 lembar saham. Dengan peningkatan tersebut perseroan memiliki total 349,573 lembar saham atau mewakili 64,97% dari total jumlah saham yang ditempatkan di MPMF. (bani)

BERITA TERKAIT

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…