Standardisasi Jadi Kunci Daya Saing - Kelautan dan Perikanan

NERACA

Jakarta – Kebijakan intensifikasi standardisasi proses dan produk perikanan adalah ujung tombak hadapi persaingan dan derasnya impor, terutama dalam persiapan menuju integrasi ASEAN 2015. Harmonisasi standar akan menjadi batu ujian daya saing produk kelautan dan perikanan di pasar luar negeri maupun domestik.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo sesuai penandatanganan kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam pengembangan dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang kelautan dan perikanan di Jakarta, seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (17/10).

Sharif menjelaskan, kerjasama KKP-BSN sangat diperlukan. Mengingat produk kelautan dan perikanan harus mempunyai standar nasional yang secara resmi diakui secara nasional dan internasional. Sehingga produk kelautan dan perikanan dapat berdaya saing baik di pasar domestik maupun luar negeri. Apalagi BSN adalah instansi yang berwenang dan bertanggung jawab dalam mengembangkan dan membina serta mengkoordinasikan kegiatan standardisasi secara nasional.

Di sisi lain, kata Sharif, KKP sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu Terpadu Hasil Perikanan, yang merupakan salah satu upaya untuk mencapai tingkat pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan secara berdayaguna dan berhasil guna. “SNI kelautan dan perikanan juga sekaligus melindungi masyarakat konsumen dari hal-hal yang merugikan dan membahayakan kesehatan. Termasuk praktek-praktek yang bersifat penipuan dan pemalsuan dari produsen serta membina produsen untuk meningkatkan daya saing produk perikanan,” tandasnya.

Adapun ruang lingkup kerjasama ini meliputi pengembangan SDM di bidang standardisasi kelautan dan perikanan. Kedua, pengembangan dan penerapan standardisasi serta dukungan teknis bagi pengembangan dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di bidang kelautan dan perikanan.

Dengan kerjasama ini diharapkan nantinya produk-produk perikanan yang telah memenuhi standar nasional, baik itu standar luar seperti ISO dan standar SNI yang wajib untuk dikonsumsi masyarakat. Bagi pelaku usaha maupun konsumen diharapkan memanfaatkan produk berlabel SNI dan tidak menggunakan produk yang tidak berstandar resmi.

Selain itu, dengan standar nasional bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai produk sesuai dengan aturan standar yang ditentukan. “Pentingnya standar dan mutu suatu produk perlu disuarakan terus-menerus dan harusnya lebih bisa menggema hingga ke seluruh lapisan masyarakat. Mengingat produk kelautan dan perikanan sudah menjadi konsumsi masyarakat luas, untuk itu produksi harus didukung dengan standar nasional yang baku,” ujarnya.

KKP, tambah Sharif juga melakukan kerjasama dengan Komite Akreditasi Nasional (KAN) dalam sistem penilaian kesesuaian di bidang kelautan dan perikanan. Ruang lingkup kesepakatan meliputi pengembangan skema akreditasi dan sertifikasi di bidang kelautan dan perikanan serta penggunaan Lembaga Penilaian Kesesuaian yang diakreditasi KAN dalam mendukung pemberlakuan standar di bidang kelautan dan perikanan.

KAN adalah instansi yang berwenang menetapkan akreditasi dan memberikan pertimbangan dan saran kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam menetapkan sistem akreditasi dan sertifikasi. Guna menindaklanjuti pelaksanaan kesepakatan bersama ini masing-masing pihak menunjuk pejabat penghubung. dari KKP adalah Kepala Pusat Analisis Kerja Sama Internasional dan Antarlembaga.

BERITA TERKAIT

Layanan BOLT Hadir di Serang dan Cilegon

Dalam rangka perluas penetrasi pasar, BOLT sebagai pionir operator 4G-LTE di Indonesia kembali memperluas jangkauan jaringannya ke kota-kota baru. Dua…

Pengawasan Perbankan dan Teknologi Nano

  Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis   Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan di…

Lima Kunci Penting Puasa Sehat

Tak terasa puasa sudah berjalan sekitar dua minggu. Rasanya tubuh sudah mulai terbiasa, tetapi orang sebaiknya tetap menjaga agar puasa…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…