SBY Tebar Benih Udang Vannamei Binaan Sekolah Tinggi Perikanan - Ikhtiar Mengembangkan Busmetik Percontohan di Pacitan

NERACA

Pacitan – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama sejumlah menteri, Gubernur Jawa Timur, dan Bupati Pacitan melakukan penebaran benih udang vannamei di tambak dengan sistem Busmetik di Kedong Gombang, Dusun Soge, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (16/10).

Mentari yang begitu galak menerjang setiap kepala tak sedikitpun menyurutkan niat ribuan warga di dusun itu untuk bertemu dan melihat lebih dekat Presiden SBY. Begitu rombongan Presiden datang, lengkap dengan pengamanan super ketat, suara ribuan warga tersebut sontak bergemuruh. SBY, Presiden RI yang memang lahir di Pacitan, saat itu berbaju safari dan berkacamata gelap. Dengan senyum ramah, orang nomor satu di Indonesia itu melambaikan tangan kepada seluruh warga yang berdesakan di dekat bibir tambak plastik berukuran 4 kali lapangan futsal.

Siang itu, SBY hadir bersama Ibu Negara, ditemani kedua anak, dua menantu, dan cucunya serta para menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri ESDM Jero Wacik, Mendikbud Muhammad Nuh, Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tandjung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Pacitan Indartato dan sejumlah pejabat tingkat pusat maupun daerah.

Jika terik mentari tak pernah mampu menghadang warga yang ingin bertemu Kepala Negara, maka debu tanah yang membubung ke angkasa ternyata juga tak menghalangi Presiden SBY dan rombongan untuk secara langsung menebar benih udang vannamei di tambak binaan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) tersebut.

Sebelum menebar benih udang yang dikelola dengan teknologi Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik (Busmetik) itu, Presiden mendapat penjelasan tentang model budidaya ini dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDMKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Suseno Sukoyono.

Dalam sambutan singkat sebelum menebar benih, Presiden berharap teknologi Busmetik ini bisa menjadi terobosan untuk meningkatkan produktivitas para pembudidaya udang, khususnya di Pacitan, dan umumnya untuk seluruh masyarakat Indonesia. Teknologi ini, kata Presiden, juga diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah.

Busmetik merupakan program kerjasama pembudidaya lokal, Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Sekolah Tinggi Perikanan. Secara teknis, Busmetik di Pacitan ini dibina oleh Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Serang, Banten, yang dikomandoi oleh Kepala Bagian Administrasi Pendidikan dan Pelatihan Lapangan (BAPPL)-STP Serang Dr. Tb. Haeru Rahayu, Msc.

Sistem Busmetik tidak lain adalah suatu terobosan baru pemanfaatan di lahan pekarangan untuk budidaya udang vannamei skala kecil dengan penggunaan sistem plastik HDPE di Dusun Soge. Luas lahan yang digunakan untuk pembuatan tambak Busmetik ini sekitar 2.900 meter persegi, yang terdiri dari empat buat petak tambak, yang memiliki luas masing-masing 600 meter persegi.

Hulu Hilir

Pengembangan Busmetik di daerah tersebut merupakan usulan Bupati Pacitan Indartato, yang sebelumnya telah melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Perikanan (STP), di Serang, Banten, salah satu UPT pendidikan BPSDMKP, tempat Busmetik dikembangkan, yang langsung mendapat respons positif dari Kepala BPSDMKP, Suseno Sukoyono. Ketertarikan Bupati Pacitan Indartato mengembangkan sistem Busmetik ini bermula ketika yang bersangkutan mendengar orasi ilmiah yang dilakukan oleh Tb. Haeru Rahayu tentang model budidaya tersebut pada acara Wisuda Taruna STP angkatan ke-45 Tahun 2013 belum lama ini.

Kepada pers di lokasi penebaran benih, Kepala BPSDMKP Suseno Sukoyono mengatakan, kegiatan budidaya udang dengan teknologi Busmetik ini merupakan kegiatan dari hulu ke hilir. Maksudnya, kata Suseno, ada proses pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan. “Pendidikan vokasi itu menghasilkan uang. Orang sekolah menghasilkan uang, untuk menghasilkan wirausaha. Pelatihan bisa mengolah hasil perikanan. Penyuluhan, karena di sini, ada sekitar 7.000 pembididaya ikan yang dimasukkan dalam 556 kelompok. Di sini ada penyuluh yang membina 7.000 orang,” kata Seno, sapaan akrab dia.

Lebih jauh, Seno menjelaskan, sistem Busmetik sudah diuji-coba di Aceh, Lampung, Makassar, dan tentunya di Serang, Banten. “Sudah beberapa kali panen. Intinya adalah terobosan dunia pendidikan, memberikan dan menawarkan alternatif untuk perluasan lapangan kerja dan ketahanan pangan,” tambahnya.

Teknologi Busmetik yang rencananya akan dikembangkan di daerah Pacitan perlu diterapkan oleh para pelaku utama dan usaha setempat, terutama bagi yang mempunyai modal dan lahan tambak yang kecil. Salah satu upaya agar tersosialisasi sampai kepada mereka yaitu dengan mengoptimalkan peran penyuluh perikanan, yang telah mendapatkan pelatihan, dalam penyampaian informasi Busmetik. Penyuluh perikanan Kabupaten Pacitan berjumlah 41 orang, terdiri dari 17 orang penyuluh PNS, 20 orang Penyuluh Perikanan Swadaya, dan 4 orang Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK).

Related posts