Manfaatkan Hasil Riset Perguruan Tinggi

Sabtu, 19/10/2013

Manfaatkan Hasil Riset Perguruan Tinggi

Sampai saat ini, perguruan tinggi masih bak menara gading. Masih jauh dari masyarakat, banyak hasil riset dan penelitiannya tertata rapi di rak buku perpustakaan. Padahal, kalau dibuka dan diaplikasikan, akan menjadi sesuatu yang bermanfat bagi masyarakat.

Kini saatnya, hasil riset itu dibuka dan disebar, dan dipraktikkan. Wakil Rektor IPB Anas M Fauzi mengungkapkan, inovasi telah banyak dilakukan oleh akademisi. Contohnya, tentang kluster biaya masing-masing (Bimas). Bibit gratis. IPB bahkan me-launch beras analog, yaitu beras yang dapat menyembuhkan kanker dan diabetes.

“Kami bekerjasama dengan Thailand untuk mengembangkan pertanian berbasis pasar. Berapa kebutuhan pasar, secara bergiliran disuplai oleh petani. Sarongge. Yang masuk Caesarnya. Kita pilih di Brastagi. Channel pasar bekerjasama dengan Thailand,” kata Anas. Dia menambahkan, , IPB mempunyai jumlah paten terbanyak di Indonesia. Sejak 2008-2013, terdapat 103 paten. Sebanyak 55 di antaranya dari IPB.

Direktur Program Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen Reni Lestari Razaki menambahkan, pihaknya memang tidak ahli di bidang pertanian, tapi PPM mempunyai riset tentang inovasi dan kolaborasi. Yang jadi masalah, kata Reni, kalangan perusahaan lebih suka berkolaborasi dengan vendor dan anak perusahaannya.

“Inovasi bisa meningkatkan penjualan. Perusahaan jika berkolaborasi ternyata dengan vendor & kelompok usahanya, bukan dengan akademisi,” tuturnya. Padahal, kata dia, idealnya, kolaborasi itu dilakukan antara praktisi, pemerintah, dan akademisi. Pihak akademisi brperan sebagai litbangnya. (saksono)