Ketahanan Pangan vs Impor

Ketahanan Pangan vs Impor

Oleh Bani Saksono

(wartawan Harian Umum Neraca)

Ada yang menarik dari diskusi publik tentang ketahanan pangan yang diadakan di kampus PPM Manajemen pada 5 Oktober lalu. Banyak pakar, birokrat, dan praktisi di sektor pangan dihadirkan. Para pakar adalah para ahli dari berbagai perguruan tinggi, seperti Prof Hadi Susilo Arifin dan Prof Anas M Fauzi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mantan rektor IPB yang kini menjadi rektor Universitas Kusuma bangsa Prof Aman Wirakartakusumah, dan Prof Robiyanto H Susanto dri Universitas Sriwijaya.

Dari unsur birokrat antara lain pejabat dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Di jajaran pemerintah daerah, tampak pejabat dari kabupaten Barito Kuala, Kalsel, Tulang Bawang, Lampung, dan Kabupaten Kubu Raya (Kalbar). Sedangkan para praktisinya adalah direktur PT Sang Hyang Seri, pembudidaya buah lokal Sabila Farm Jogjakarta, pemilik Sumber Rejeki Depok eksportir hasil olahan kelapa, kelompok tani Jateng, serta pengurus Gabungan Pengusaha makanan dan minuman Indonesia. Di antara bentuk masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri adalah, kalangan pemerintah daerah menyatakan kesiapannya mewujudkan swasembada pangan.

Namun, apa yang dilakukan Pemerintah Pusat? Diakui pejabat dari Kementerian Kehutanan, politik sejak reformasi tidak menyentuh pertanian. Indonesia cenderung menyelesaikan ketahanan pangan melalui kebijakan impor. Jika tanaman sawit, cokelat, dan karet saja bisa dimiliki industri, Kementerian Kehutanan pun berharap perlunya peran swasta bergabung membangun sektor pertanian melalui reformasi agraria.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi merupakan bagian dari reformasi agraria transmigrasi dan merupakan salah satu bentuk nyata reformasi agraria. Yang perlu dilakukan adalah menjaga agar transmigran tidak mengalihkan fungsi lahan dari tanaman pangan ke sawit atau lainnya. Karena itu mereka membutuhkan insentif berupa subsidi pupuk, bibit, serta kemudahan akses kredit, untuk tanaman pangan sehingga petani tetap sejahtera. Insentif diberikan kepada petani dan investor.

Sedangkan, Kementan menyatakan, infrastruktur pertanian harus dibangun. Agenda riset nasional adalah pemanfaatan lahan rawa, dan pasang surut untuk mencapai posisi swasembada pangan dan pertanian. Penyelesaian harus secara sistematis melalui pendekatan kebijakan yang melibatkan multi disiplin.

Transmigrasi merupakan salah satu bentuk nyata reformasi agraria. Untuk menjaga agar transmigran tidak mengalihkan fungsi lahan dari tanaman pangan ke sawit atau lainnya, berikan insentif berupa subsidi pupuk, bibit, dll serta kemudahan akses kredit, untuk tanaman pangan sehingga petani tetap sejahtera. Insentif diberikan kepada petani dan investor. (saksono)

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Ketahanan Nasional - Cyber Security dan Pameran Fintech Digelar

NERACA Jakarta– Tarsus Indonesia, perusahaan business-to-business (B2B) yang bergerak di bidang event, pameran, konferensi, dan media membawa edisi ke-4 dari…

Kimia Organik Dominasi 35,58 Persen Impor Banten

Kimia Organik Dominasi 35,58 Persen Impor Banten NERACA Serang - Sebesar 35,58 persen impor nonmigas Provinsi Banten selama Januari-September 2018…

DPK-UKM Bersama Satgas Pangan Sukabumi Sidak Pasar Cibadak

DPK-UKM Bersama Satgas Pangan Sukabumi Sidak Pasar Cibadak NERACA Sukabumi – Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menegah (DPK-UKM) Kabupaten Sukabumi,…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Industri Sawit Bertahan

Industri kelapa sawit di Indonesia sudah sejak lama menarik reaksi negatif di dalam negeri karena dianggap merusak lingkungan. Hilangnya habitat…

Tak Kenal Lelah Melawan Kampanye Hitam

Entah sampai kapan kampanye hitam yang dilontarkan sejumlah negara barat terhadap minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia dilontarkan akan berakhir,…

Mencari Pasar Ekspor Baru Produk Sawit

Sepanjang Oktober 2018, volume ekspor minyak sawit Indonesia menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, antara lain melalui lonjakan permintaan dari China. Ekspor…