Jam Wajib Belajar Mulai Diterapkan

Sabtu, 19/10/2013

NERACA

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan penerapan jam wajib belajar bagi anak-anak dengan menerima saran dari berbagai kalangan. Program jam khusus belajar bagi pelajar bertujuan untuk mengurangi perbuatan negatif yang berpotensi dilakukan siswa seperti membolos dan tawuran.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menuturkan bahwa pihaknya telah menerima masukan dari berbagai pihak, seperti komite sekolah, pakar pendidikan maupun pelajar.

"Sudah dibicarakan dengan komite sekolah, guru-guru, pakar pendidikan, sampai orangtua murid. Kebijaksanan terkait pendidikan itu dicoba. Ini terus dimatangkan," kata dia.

Agar jam wajib belajar bagi pelajar di DKI Jakarta tidak hanya sekadar wacana. Dalam waktu dekat, tepatnya dibulan Oktober ini, Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan uji coba penerapannya di beberpa wilayah di DKI Jakarta.

"Wajib belajar nanti baru kita coba satu wilayah tiga tempat, misalnya di Jakarta Utara itu 2 tempat, 2 Rukun Warga, satu wilayah itu kira-kira 2 Rukun Warga, mau lihat satu wilayah dulu, kalau bener baru dilaksanakan. Apakah nanti akan dicoba di rumah susun yah nanti dilihat dulu," ujar dia di Balai Kota, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk pengawasannya, sambung Jokowi, akan melibatkan perangkat pemerintahan seperti lurah, camat, aparat Satuan Polisi Pamong Praja, RT, dan RW.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto mengungkapkan, jika tak ada halangan, pemprov DKI Jakarta akan memulai program tersebut pada Oktober 2013.

Agar penerapan wajib jam belajar tersebut berjalan dengan baik, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan perangkat lain terkait. Dia berharap, program tersebut dapat diterima dan berjalan baik di masyarakat.

"Teknisnya, pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB, anak-anak belajar. Masyarakat dan perangkat tadi mendampingi prosesnya," ujar Taufik.