Jam Wajib Belajar Mulai Diterapkan

NERACA

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan penerapan jam wajib belajar bagi anak-anak dengan menerima saran dari berbagai kalangan. Program jam khusus belajar bagi pelajar bertujuan untuk mengurangi perbuatan negatif yang berpotensi dilakukan siswa seperti membolos dan tawuran.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menuturkan bahwa pihaknya telah menerima masukan dari berbagai pihak, seperti komite sekolah, pakar pendidikan maupun pelajar.

"Sudah dibicarakan dengan komite sekolah, guru-guru, pakar pendidikan, sampai orangtua murid. Kebijaksanan terkait pendidikan itu dicoba. Ini terus dimatangkan," kata dia.

Agar jam wajib belajar bagi pelajar di DKI Jakarta tidak hanya sekadar wacana. Dalam waktu dekat, tepatnya dibulan Oktober ini, Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan uji coba penerapannya di beberpa wilayah di DKI Jakarta.

"Wajib belajar nanti baru kita coba satu wilayah tiga tempat, misalnya di Jakarta Utara itu 2 tempat, 2 Rukun Warga, satu wilayah itu kira-kira 2 Rukun Warga, mau lihat satu wilayah dulu, kalau bener baru dilaksanakan. Apakah nanti akan dicoba di rumah susun yah nanti dilihat dulu," ujar dia di Balai Kota, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk pengawasannya, sambung Jokowi, akan melibatkan perangkat pemerintahan seperti lurah, camat, aparat Satuan Polisi Pamong Praja, RT, dan RW.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto mengungkapkan, jika tak ada halangan, pemprov DKI Jakarta akan memulai program tersebut pada Oktober 2013.

Agar penerapan wajib jam belajar tersebut berjalan dengan baik, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan perangkat lain terkait. Dia berharap, program tersebut dapat diterima dan berjalan baik di masyarakat.

"Teknisnya, pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB, anak-anak belajar. Masyarakat dan perangkat tadi mendampingi prosesnya," ujar Taufik.

BERITA TERKAIT

Transaksi KK Rp 1 Miliar Wajib Dilaporkan - DATA KARTU KREDIT BUKAN TERGOLONG RAHASIA BANK

Jakarta-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali akan menerapkan kewajiban pelaporan data kartu kredit (KK) nasabah berlaku mulai 2019 untuk perputaran tagihan…

NTT Mulai Kembangkan Kampung Cokelat

Kepala Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Timur (NTT) Obaldus Toda mengatakan tahun ini pihaknya akan membangun Kampung Cokelat di wilayah Kecamatan…

Jumlah Kantor Bank Mulai Menyusut - MARAKNYA PERUSAHAAN FINTECH DI INDONESIA

Jakarta-Maraknya start-up di bidang finansial mulai menggerus pelayanan di sektor perbankan konvensional. Munculnya Fintech menggaet nasabah secara cepat dengan teknologi…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pengembangan Strat Up Dimulai dari Kampus

      Pengembangan perusahaan pemula atau "start-up company" harus dimulai dari kurikulum di perguruan tinggi, demikian disampaikan Rektor Universitas…

Berpacaran Dibawah Umur, Ini Dampak Negatifnya

      Pada saat ini, kita hidup di dalam generasi milenial, dimana orang-orang hidup berdampingan dengan teknologi. Teknologi komunikasi…

Kembalikan Lagu untuk Anak Indonesia

      Lagu merupakan suatu bentuk seni yang digemari setiap kalangan dan sebuah bentuk ekspresi yang dapat menembus banyak…