Gurihnya Berbisnis Masakan Khas Betawi

Berbisnis kuliner diuntungkan karena selama manuasia itu masih hidup pasti mereka membutuhkan makanan, fakta itu yang membuat peluang usaha ini tetap terbuka lebar di tengah ketatnya persaingan.

NERACA

Berbisnis, sejatinya yang dicari adalah keuntungan, tetapi untuk memperolehnya boleh dibilang bukanlah urusan gampang. Banyak hal yang harus dipikirkan sebelum membuka sebuah usaha. Nah, kalau Anda ingin membuka usaha, pilih usaha yang tidak ada matinya, seperti usaha di bidang kuliner. Seperti dikatakan sebelumnya, bisnis ini tak akan mati. Karena, selama manusia ada pasti membutuhkan yang namanya makanan.

Lihat saja, di setiap kawasan selalu saja ada restoran atau gerai makanan yang baru buka untuk memanjakan lidah konsumennya. Tak terkecuali dengan kuliner tradisional, bisnis kuliner tradisional terbukti mempunyai banyak pelanggan setia. Seperti kuliner Betawi misalnya, kuliner ini terbukti banyak dicari penikmat hidangan istimewa khas kota Jakarta. Mulai dari nasi uduk, ketupat sayur, ketupat laksa, sop dan soto Betawi selalu laris dijual.

Tak heran jika banyak pedagang yang sebetulnya tak tahu dengan baik bagaimana mengolah menu masakan khas Betawi, berani menjajakan menu masakan khas penduduk asli kota Jakarta, hasilnya dapat ditebak, tak jarang dari mereka yang pada akhirnya harus gulung tikar. Karena lambat laun pelanggan beralih karena rasanya tak jauh berbeda dengan masakan yang biasa mereka nikmati, atau dengan kata lain tak ada yang istimewa akan makanan mereka nikmati.

Padahal, yang namanya masakan Betawi sudah sangat terkenal kelezatannya. Siapa yang tak kenal Soto Betawi, Nasi Uduk Betawi, Ketupat Sayur atau Laksa Betawi? Rasanya semua kalangan sudah sangat mengenal jenis kuliner tersebut. "Kuliner Betawi itu memiliki keberanian bermain bumbu, sehingga rasanya sangat berbeda dengan masakan lainnya," ujar Dawam, salah satu anak pemilik gerai Ketupat Laksa Bang Darus yang berada di Jalan Asyirot Jakarta Barat.

Ya, Laksa Betawi adalah makanan khas Jakarta yang berjenis ketupat diberi bumbu laksa yang kental. Isi ketupat Laksa Betawi adalah irisan ketupat, bihun, kemangi, kucai, telur, perkedel, dan bawang goreng, serta kuahnya yang kental dengan taburan udang kering. Nama laksa sendiri diambil dari bahasa Sanskerta laksha yang berarti "banyak". Itu menunjukkan bahwa jenis kuliner khas Betawi yang satu ini dibuat dengan banyak bumbu. Tak mengherankan jika rasanya begitu nikmat.

Enaknya berbisnis kuliner yang satu ini pemainnya cukup sedikit, karena yang menguasi resepnya sudah cukup langka. Hanya ada beberapa penjual Laksa Betawi yang ada di Jakarta. Sehingga peluang usaha cukup terbuka lebar. Jika Anda ingi menikmati kuliner yang satu ini Anda hanya dikenakan harga mulai dari Rp12 ribu.

Masih dari kuliner ketupat, Ketupat Sayur Betawi juga tak kalah hebatnya, seperti gerai ketupat sayur H. Mahmud yang berada dekat Jalan Madrasah, Rawabelong, Jakarta Barat. Terbukti gerai ketupat ini selalu dipadati pengunjung. Untuk menikmatinya Anda hanya dikenakan biaya mulai Rp10ribu. Dan masih banyak lagi menu masakan khas Betawi lainnya yang mampu menarik minat pecinta kuliner tradisional khas Jakarta.

Nilai Investasi

Mengenai nilai investasi, bisnis di bidang kuliner Betawi, pelaku usahanya memang tak diharuskan untuk memiliki modal besar. Sebab dengan dana kurang dari Rp2 juta saja, usaha ini sudah laik berjalan. Tentu angka itu tak termasuk biaya untuk menyewa kios/lokasi usaha. Karena, kalau lokasi usahanya menyewa, tentunya biaya yang harus dikeluarkan akan lebih besar lagi. Maklum, biaya sewa tempat di Jakarta cukup tinggi. "Dulu orangtua saya modalnya tidak besar, karena kan gerai milik sendiri," jelas Dawam.

Meski nilai investasi tidaklah besar bukan berarti bisnis ini tak laik digeluti. Karena dari masing-masing gerai kuliner Betawi yang ada (masakan khas Betawi) mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya. "Kalau namanya dagang ya pasti ada pasang surutnya, tetapi kita punya strategi jitu untuk mengatasinya, yakni dengan melayani pesanan ketupat untuk hajatan," sebut dia lagi.

Intinya, kesuksesan bisnis ini terletak pada kualitas rasa yang dihasilkan. Kalau kualitas nomor satu telah diberikan, pelanggan pun akan datang dengan sendirinya. Karena biasanya, yang namanya gerai makanan, selalu direferensikan oleh orang yang pernah mencicipinya. Promosi pun akan berlangsung dengan sendirinya dari mulut ke mulut. "Ya, pokoknya kita harus jaga kualitas masakan kita, jangan sampai pelanggan kecewa," tutup dia.

BERITA TERKAIT

Ramaikan Suasana, HUT Kota Tabanan Pamerkan Berbagai UMKM Khas Tabanan dan Bagikan 2000 Gelas Kopi Gratis

Ramaikan Suasana, HUT Kota Tabanan Pamerkan Berbagai UMKM Khas Tabanan dan Bagikan 2000 Gelas Kopi Gratis NERACA Tabanan, Bali -…

Pentaskan Kesenian khas Bali, Malam Puncak HUT Kota Tabanan ke 525 Berlangsung Meriah

Pentaskan Kesenian khas Bali, Malam Puncak HUT Kota Tabanan ke 525 Berlangsung Meriah NERACA Tabanan Bali - Malam puncak Hari…

Pengusaha Indonesia Didorong Mulai Berbisnis di Bangladesh

NERACA Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka mendorong para pengusaha dan investor Indonesia untuk memperluas usaha dan…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…