Pemerintah Perlu Terobosan Luar Biasa - Swasembada Lima Bahan Pokok

NERACA

Jakarta – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati, mengatakan bahwa Pemerintah perlu membuat terobosan yang luar biasa agar bisa tercapai swasembada lima bahan pokok, yaitu beras, gula, jagung, kedelai dan daging sapi. “Dalam jangka pendek, tidak akan mungkin tercapai. Perlu ada terobosan luar biasa dari Pemerintah,” kata Enny kepada Neraca, Rabu (16/10).

Terobosan itu, lanjut Enny, sebetulnya bukan sesuatu yang betul-betul baru, tetapi lagi-lagi kembali ke persoalan klasik Indonesia seperti infrastruktur.

“Coba lihat salah daging sapi. Sebetulnya kita tidak kekurangan daging sapi. Jumlah yang ada di Indonesia cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Persoalannya, sulit untuk mendistribusikan sapi antar pulau dan antar provinsi. Ini karena infrastruktur yang buruk, jelas Enny.

Pernyataan Enny tersebut merupakan tanggapan dari niatan Pemerintah untuk mengoptimalkan produksi lima bahan pokok seperti yang disebutkan sebelumnya. "Kita bertekad untuk tidak bergantung kepada impor. Caranya adalah untuk pencapaian swasembada. Mudah-mudahan ke depan tidak ada impor lagi. Kecuali untuk beras yang beberapa masih di impor," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, belum lama ini.

Lahan adalah salah satu yang menjadi perhatian Hatta. Saat ini dibutuhkan dua juta hektar lahan untuk pertanian namun dalam prakteknya, hanya bisa tersedia sekitar 50 ribu hektar. "Jadi lahan itu sebetulnya menyempit. Makanya kita akan lakukan ekstensifikasi di luar Jawa dan intensifikasi di Jawa," ungkap Hatta.

Pada awal Oktober ini, Pemerintah membuat keputusan bahwa bea masuk kedelai diturunkan dari 5% menjadi 0%. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK.011/2013 yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Chatib Basri. Menurut Enny, kebijakan ini malah menjadi anomali terhadap maksud Pemerintah yang ingin berswasembada kedelai. “Itu justru jadi anomali. Bagaimana mau swasembada kalau bea masuk 0%,” tandasnya. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Swasembada Beras, Sebatas Janji Manis

Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan bahwa swasembada beras terbukti hanya janji manis Presiden Joko Widodo. Sudah hampir…

Pemerintah Dituding Tidak Miliki Data - Produksi dan Konsumsi Beras Nasional:

Harga beras terus meroket di pasaran. Badan Pusat Statisk (BPS) mencatat sampai dengan minggu ke-2 Januari ini, kenaikan harga beras…

Program Swasembada Pangan Dinilai Belum Membumi

  NERACA   Bogor - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fitriana Fauzi SH, LLM mengatakan kebijakan pemerintah mengambil…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Rucika Ingin Lebih Kuat Di Industri Perpipaan - Kaloborasi dengan Mitra Internasional

    NERACA   Jakarta – PT Wavin Duta Jaya yang merupakan produsen pipa PVC dengan produknya Wavin dan Rucika,…

Kementan Diminta Jujur Ungkap Data Pangan

      NERACA   Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Ichsan Firdaus meminta Kementerian Pertanian jujur soal data…

Ekonomi 2018 Diprediksi Mampu Tumbuh Minimal 5,1%

      NERACA   Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai…