IWIC Disambut Antusias di Yogyakarta

Kamis, 17/10/2013

Rangkaian roadshow Program Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-7 telah memasuki kota ke-18 atau terakhir yaitu Yogyakarta. Acara yang berlangsung di Universitas Gajah Mada (UGM) disambut antusias oleh para peserta yang hadir. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (16/10).

Adrian Prasanto, Division Head Public Relations PT Indosat Tbk (ISAT) mengatakan, Yogyakarta merupakan kota terakhir dalam rangkaian roadshow IWIC ke-7 tahun ini, “Roadshow yang telah kami lakukan di beberapa kampus sebelumnya disambut positif oleh pelajar, mahasiswa, dan komunitas developer disana. Roadshow ini kami lakukan sebagai ajang komunikasi dan sosialisasi program IWIC secara langsung sekaligus untuk mengajak pelajar dan mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan inovasi aplikasi digital wireless,”ujarnya.

Dia menjelaskan, IWIC ke-7 merupakan bagian dari program membangun kewirausahaan bagi generasi muda Indonesia”, demikian disampaikan). Disebutkan, IWIC ke-7 merupakan pengembangan dari program IWIC sebelumnya, terdiri dari kompetisi ide/prototype aplikasi, edukasi online, seminar roadshow di 18 Kampus, Innovation Boot Camp selama 2 hari, kesempatan bagi para pemenang mendapatkan beasiswa dari Founders Institute untuk mengembangkan potensi menjadi bisnis pengembang pemula (“start up companies”) serta program inkubasi dari Indosat. Pemenang akan memperoleh hadiah tunai bernilai total ratusan juta rupiah dan beasiswa di Founders Institute.

Dalam roadshow IWIC ke-7 ini, Indosat juga menggandeng Founder Institute sebuah lembaga yang membangun dan membantu para startup untuk dapat memulai dan membangun bisnisnya.

Founder Institute salah satu pendukung kegiatan menyampaikan "Dengan dukungan mentor-mentor baik domestik maupun global yang memiliki kompetensi dan pengalaman panjang di industri mobile application serta silabus materi yang komprehensif, Founder Institute berusaha untuk memperbesar tingkat kesuksesan para developer di pasar kemudian hari", ujar Sanny Gaddafi, Direktur Founder Institute. (bani)