IWIC Disambut Antusias di Yogyakarta

Rangkaian roadshow Program Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-7 telah memasuki kota ke-18 atau terakhir yaitu Yogyakarta. Acara yang berlangsung di Universitas Gajah Mada (UGM) disambut antusias oleh para peserta yang hadir. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (16/10).

Adrian Prasanto, Division Head Public Relations PT Indosat Tbk (ISAT) mengatakan, Yogyakarta merupakan kota terakhir dalam rangkaian roadshow IWIC ke-7 tahun ini, “Roadshow yang telah kami lakukan di beberapa kampus sebelumnya disambut positif oleh pelajar, mahasiswa, dan komunitas developer disana. Roadshow ini kami lakukan sebagai ajang komunikasi dan sosialisasi program IWIC secara langsung sekaligus untuk mengajak pelajar dan mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan inovasi aplikasi digital wireless,”ujarnya.

Dia menjelaskan, IWIC ke-7 merupakan bagian dari program membangun kewirausahaan bagi generasi muda Indonesia”, demikian disampaikan). Disebutkan, IWIC ke-7 merupakan pengembangan dari program IWIC sebelumnya, terdiri dari kompetisi ide/prototype aplikasi, edukasi online, seminar roadshow di 18 Kampus, Innovation Boot Camp selama 2 hari, kesempatan bagi para pemenang mendapatkan beasiswa dari Founders Institute untuk mengembangkan potensi menjadi bisnis pengembang pemula (“start up companies”) serta program inkubasi dari Indosat. Pemenang akan memperoleh hadiah tunai bernilai total ratusan juta rupiah dan beasiswa di Founders Institute.

Dalam roadshow IWIC ke-7 ini, Indosat juga menggandeng Founder Institute sebuah lembaga yang membangun dan membantu para startup untuk dapat memulai dan membangun bisnisnya.

Founder Institute salah satu pendukung kegiatan menyampaikan "Dengan dukungan mentor-mentor baik domestik maupun global yang memiliki kompetensi dan pengalaman panjang di industri mobile application serta silabus materi yang komprehensif, Founder Institute berusaha untuk memperbesar tingkat kesuksesan para developer di pasar kemudian hari", ujar Sanny Gaddafi, Direktur Founder Institute. (bani)

BERITA TERKAIT

Yogyakarta, Masih Menjadi Target Pengedar Narkoba

Peredaran narkoba menjadi momok yang hingga kini masih sulit dihentikan di Yogyakarta. Kota yang dikenal sebagai kota pariwisata sekaligus pendidikan…

Masyarakat Depok Antusias Sambut Terminal Terpadu

Masyarakat Depok Antusias Sambut Terminal Terpadu NERACA Jakarta - Masyarakat Kota Depok Jawa Barat antusias menyambut pembangunan terminal terpadu (metrostater)…

Akuisisi Pengembang di Yogyakarta - PPRO Hadirkan Apartemen Tana Babarsari

NERACA Jakarta - Membidik potensi pasar dari kalangan mahasiswa, PT PP Properti Tbk (PPRO) cukup agresif mengembangkan proyek propertinya di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…