Aturan Main Suspensi Saham Dinilai Tidak Jelas

NERACA

Jakarta – Pengamat pasar PT Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo mengatakan, saat ini belum ada Undang-Undang (UU) yang kuat tentang batas waktu dibukanya kembali jika emiten dihentikan sementara perdagangan sahamnya (suspensi) terkait langsung dibukanya suspensi perdagangan saham MNC Group, “Memang saat ini belum ada ketentuan khusus emiten membuka kembali setelah suspend, bisa saja karena memang MNC Group masih punya daya saing yang kuat untuk diperdagangkan kembali, makannya dibukanya lebih cepat,” kata Lucky di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, prosedur diperdagangan kembali emiten yang suspend biasanya masuk setelah satu sesi, atau selang satu hari berikutnya. Oleh karena itu, pembukaan suspensi saham MNC diduga tidak wajar. Namun kendatipun demikian, dirinya menilai kasus yang terjadi dalam MNC Group, kemungkinanan karena memang secara prosedur dan ketentuan sudah layak sudah bisa dibuka kembali perdagangannya.

Dia menjelaskan, adanya suspend tentu saja menuai sisi negatif terhadap perdagangan MNC Group khususnya untuk transaksi jangka pendek. “Disini kalau saya melihat untuk jangka panjang. Dimana secara fundamental MNC Grup masih sangat kuat dan sehat. Hanya saja dengan adanya suspend ini sangat merugikan para investornya yang bertransaksi jangka pendek,” imbuhnya.

Memang biasanya adanya suspend dampaknya bisa negatif. Maka melihat kondisi MNC Group yang masih sangat stabil dan dari kaca mata dari sudut pandang kedepan, jika Hary Tanoesoedibjo punya apresiasi terhadap perusahaannya. Pasar akan sangat interest terhadap sahamnya mereka. “Adanya suspend inibisa terjadi karena memang antisipasi gejolak pasar saja, kita tunggu saja gebrakan dari Hary setelah masa-masa sulit ini,”ujarnya.

Karena melihat fundamental MNC Group masih sangat kuat, tentu adanya suspend tersebut walaupun secara transaksi jangka pendek berpengaruh negatif, tetapi untuk jangka panjang tidak menjadikan masalah berarti dalam perdagangan MNC Group. “Disini Hary sangat cekatan, bisa saja isu ini dijadikan alat agar emiten MNC Group lainnya dapat diperdagangankan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengamat pasar modal dari Universitas Pancasila Agus Irfani pernah bilang, ada kemungkinan owner MNC grup juga menggunakan pengaruhnya secara politis kepada pihak BEI untuk membuka perdagangan sahamnya kembali.

Kendatipun demikian, dirinya menilai, apa yang dilakukan BEI sudah benar dengan memberikan suspensi terkait ketidak jelasan kasusnya.“Yang dilakukan BEI sudah tepat karena untuk melindungi investor, namun pencabutan suspensi secepat itu diluar kebiasaan,”katanya.

Sebagai informasi, BEI sebelumnya telah melakukan suspensi atas tiga saham perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo, masing-masing PT Media Nusantara Citra (MNCN), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dan PT MNC Investama Tbk (BHIT). Suspensi disinyalir menyusul putusan Mahkamah Agung mengabulkan kasasi atas Siti Hardiyanti Rukmana untuk mengambilalih TPI dengan termohon PT Berkah Karya Bersama. Perkara No. 862 K/PT/2013. (Agus)

BERITA TERKAIT

Saham LUCK Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran telah terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), kini perdagangan saham PT Sentra Mitra…

Penurunan Pajak Obligasi Dinilai Menekan Likuiditas Bank

  NERACA   Jakarta - Penurunan pajak bunga surat utang atau obligasi infrastruktur dinilai efektif bisa menghimpun pendanaan, namun di…

Pajak Obligasi Dipangkas - Likuiditas Perbankan Pastikan Tidak Terganggu

NERACA Jakarta – Menepis khawatiran pelaku pasar terkait kebijakan pemerintah menurunkan pajak obligasi, membuat Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Surya Semesta Siapkan Capex Rp 770 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengalokasikan belanja modal sebesar Rp770 miliar pada…

Ketua DPR Dorong Perusahaan Go Public

Ketua DPR Bambang Soesatyo menginginkan lebih banyak lagi perusahaan yang melantai atau mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena…

Tetapkan IPO Rp193 Persaham - Satyamitra Kemas Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta - PT Satyamitra Kemas Lestari (SKL) menetapkan harga penawaran umum saham perdana sebesar Rp193 per saham. Harga penawaran umum…