Sarana Menara Alihkan 139 Lokasi Menara

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menandatangani assignment agreement dengan PT First Media Tbk (First Media), dan PT Internux (Internux). Ketiganya melakukan kesepakatan atas pengalihan hak dan kewajiban atas penyewaan 139 lokasi menara milik Protelindo. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan, Arif Pradana dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (16/10).

Disebutkan, penandatanganan perjanjian pengalihan tersebut dilakukan pada 11 Oktober 2013. Dalam ketentuan perjanjian ini, First Media mengalihkan seluruh hak, kewajiban dan kepentingannya berdasarkan Master Lease Agreement for Colocation pada 25 Juni 2010 yang dibuat antara Protelindo dan First Media (MLA) terkait penyewaan 139 lokasi menara milik Protelindo kepada Internux.

Selain itu, First Media juga akan menjamin pelaksanaan kewajiban Internux dan bertanggung jawab secara tanggung renteng atas seluruh kewajiban dari Internux berdasarkan MLA. Termasuk sewa lokasi yang telah ada untuk suatu periode waktu tertentu.

Sehubungan dengan perjanjian pengalihan tersebut, pihak manajemen menegaskan, Internux bukan merupakan pihak yang terafiliasi dengan perseroan. Oleh karena itu, perjanjian tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam peraturan Bapepam LK No. IX.E.1 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.

Sekadar informasi, 99,99% dari saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dimiliki perseroan. Pada awal paruh kedua tahun ini Protelindo mendapatkan fasilitas pinjaman senilai US$50 juta. Rencananya, pinjaman tersebut akan digunakan untuk akuisisi site telekomunikasi, akuisisi saham atau kepemilikan dalam suatu perusahaan, dan proyek pembangunan build to suit di site telekomunikasi.

Perseroan memperoleh pinjaman tersebut pada 23 Juli 2013. Pinjaman tersebut akan diberikan kepada Protelindo Netherland BV, suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Belanda melalui pinjaman antar perusahaan. Fasilitas pinjaman dikenakan bunga berdasarkan LIBOR ditambah marjin yang berlaku yaitu 4,05%, 3,8% dan 3,6% per tahun tergantung pada pemenuhan rasio keuangan tertentu.

Protelindo memberikan jaminan perusahaan untuk menjamin pemenuhan kewajiban Protelindo Finance atas fasilitas ini. Adapun fasilitas pinjaman IFC yang mempunyai nilai kurang dari 20% dari ekuitas Perseroan maka fasilitas ini tidak termasuk transaksi material.

(lia)

BERITA TERKAIT

Pemprov Jabar Minta Jasa Sarana Pertajam Rencana Bisnis

Pemprov Jabar Minta Jasa Sarana Pertajam Rencana Bisnis NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sebagai pemegang saham…

Tambah Menara Hingga 500 - GOLD Berencana Menggelar Right Issue

NERACA Jakarta – Tambah menara telekomunikasi menjadi 500 tower, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) tengah menghimpun dana di pasar.…

Mensos Resmikan Sarana KAT di Kabupaten Landak

Mensos Resmikan Sarana KAT di Kabupaten Landak NERACA Landak - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Sarana Komunitas Adat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…