Cita Mineral Raih Pinjaman US$100 juta - Danai Belanja Modal

NERACA

Jakarta - PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan bauksit inibersama anak usahanya memperoleh kredit pinjaman sebesar US$100 juta sebagai modal kerja. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (16/10).

Dalam kredit pinjaman tersebut, perseroan memperolehnya dari beberapa bank yaitu DPS Bank Ltd, Overseas-Chinese Banking Corporation Limited sebagai kreditur, Bank OCBC NISP sebagai agen fasilitas dan PT Bank DBS Indonesia sebagai agen jaminan. Perseroan berencana menggunakan kredit pinjaman tersebut untuk perseroan sendiri dan anak usahanya seperti PT Harita Prima Abadi Mineral, PT Karya Utama Tambangjaya dan PT Sandai Inti Jaya Tambang. Rencananya akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan investasi perseroan serta pembiayaan atas kredit yang telah ada.

Perseroan sebelumnya juga menggandeng China Hongqiao Group Ltd untuk membangun pabrik pengolahan (smelter) bauksit menjadi alumina senilai US$1 miliar di Ketapang, Kalimantan Barat. Smelter tersebut ditargetkan berkapasitas produksi 2 juta ton per tahun.

Perseroan dan Hongqiao membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Well Harvest Winning (Well Harvest) bersama Winning Investment Co Ltd dan PT Danpac Resource Kalbar. Proyek ini dioerkirakan akan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja. Harita grup saat ini menggarap bisnis pertambangan dan perkebunan. Induk usaha memiliki perseroan ini memiliki unit usaha di sektor pertambangan nikel, bauksit, perkebunan kelapa sawit, dan batubara.

Dalam perusahaan patungan tersebut, PT Danpac Resource Kalbar dimasukan sebagai pemegang saham lainnya. China Hongqiao Group Ltd disebutkan terdaftar di Cayman Islands, sedangkan Winning Investment Co Ltd berkedudukan di Hong Kong. Adapun PT Cita MineraI lnvestindo Tbk dan PT Danpac Resource Kalbar masing-masing berkedudukan di Jakarta.

Di perusahana patungan itu, Hongqiao menguasai 60% saham, Winning Investment 10%, Cita Mineral 25%, dan Danpac 5%. Pemegang saham emiten bersandi CITA itu adalah PT Suryaputra Inti Mulia (6,38%), Richburg Enterprise Pte Ltd (73,15%), PT Harita Jayaraya (17,32%), dan publik (3,14%).

Perseroan memiliki sejumlah anak perusahaan yang seluruhnya bergerak di sektor pertambangan, di antaranya PT Harita Prima Abadi Mineral dengan kepemilikan 90%, PT Karya Utama Tambangjaya (89,73%), dan PT Kemakmuran Panen Raya (99,96%).

Perseroan pada periode semester pertama tahun ini mencatatkan penjualan naik menjadi Rp1,69 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,12 triliun. Laba bersih perseroan juga naik menjadi Rp316,21 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp58,78 miliar.

Total liabilitas perseroan turun menjadi Rp736,44 miliar pada 30 Juni 2013 dari 31 Desember 2012 senilai Rp833,92 miliar. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,49 triliun pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp1,13 triliun. Kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp324, 54 miliar pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp305,21 miliar. (nurul)

BERITA TERKAIT

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus 100 Persen Lebih

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus 100 Persen Lebih NERACA Serang - Produksi pangan di Kabupaten Serang pada 2018 surplus melebihi…

Pemkab Tangerang Pantau 100 Perusahaan Tidak Patuh LKPM

Pemkab Tangerang Pantau 100 Perusahaan Tidak Patuh LKPM NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, melakukan pemantauan rutin terhadap…

Teror Pinjaman Online

Belakangan ini masyarakat resah di tengah maraknya tawaran pinjaman berbasis teknologi (online) akibat teror yang dilakukan pihak perusahaan Fintech. Teror…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…