Podomoro City Extension Sumbang 44,8%

Penjualan Agung Podomoro

Kamis, 17/10/2013

NERACA

Jakarta- Pengembangan proyek properti berkonsepkan superblok menjadi andalan PT Agung Podomoro land Tbk (APLN). Tercatat, salah satu proyek superblok milik perseroan The Podomoro City Extension masih menjadi kontribusi terbesar marketing sales yang dicatatkan perseroan hingga September 2013 senilai Rp4,04 triliun. “The Podomoro City Extension berkontribusi sebesar 44,8% dari total marketing sales September 2013.” kata Investor Relation PT Agung Podomoro Land Tbk, Wibisono di Jakarta dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (16/10)

Kontribusi selanjutnya, menurut dia, yaitu proyek Metro Park Residence yang menyumbang 14,2%, diikuti proyek Vimala Hills sebesar 12,8% dan Borneo Bay Residences di Balikpapan 10,5%. Sementara untuk proyek Grand Taruma dan Soho Pancoran masing masing menyumbang 6,8% dan 5,9%.

Untuk meningkatkan portofolio perseroan, APLN termasuk salah satu pengembang properti yang gencar melakukan akuisisi. Dalam rencana pengembangan bisnisnya, beberapa proyek akusisi dan pembangunan yang akan dilakukan perseroan sebagian besar berkonsepkan bangunan superblok. Targetnya, hingga akhir tahun 2013, perseroan akan membangun10-14 superblok yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.“Pada waktu go publik salah satu strategi kami mengembangkan superblok. Kami contohkan Pullman hotel yang memiliki okupansi rate lebih tinggi dari yang di tengah kota karena memiliki sinergi dan harga per meternya pun saat ini sama dengan yang di CBD. Ini karena konsep yang begitu baik dari superblok dan akan menjadi strategi kami ke depan,” kata Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Indra Wijaya.

Pihaknya mencatat, telah memiliki kurang lebih tujuh superblok dan akan terus mengembangkan proyek dalam skala yang sama. Rencananya, setelah peluncuran proyek superblok di Batam, Balikpapan dan mini superblok di Karawang, perseroan juga akan me-launching proyek lainnya di Kelapa Gading (Jakarta Utara), Buaran (Jakarta Timur), Cibubur, Medan dan Pluit (Jakarta Utara).“Kami targetkan hingga akhir tahun ini bisa melakukan pengembangan extention di Green Bay Pluit kurang lebih seluas 5 ha lagi,” ujarnya.

Selain itu, manajemen perseroan sebelumnya juga mengaku sedang menjajaki pengembangan bisnis di Surabaya, Solo, dan Yogyakarta. Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan superblok ditaksir dapat mencapai Rp5 triliun. Sebagai langkah untuk mendukung pembiayaan, perseroan pun menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2013 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp1,2 triliun.

Rencananya, sebesar 42% dari dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk refinancing atas pinjaman sindikasi yang dimiliki perseroan. Adapun sisanya akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek akuisisi dan pengembangan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha perseroan. Beberapa proyek akuisisi dimaksud antara lain berada di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera dan Bali. (lia)