Podomoro City Extension Sumbang 44,8% - Penjualan Agung Podomoro

NERACA

Jakarta- Pengembangan proyek properti berkonsepkan superblok menjadi andalan PT Agung Podomoro land Tbk (APLN). Tercatat, salah satu proyek superblok milik perseroan The Podomoro City Extension masih menjadi kontribusi terbesar marketing sales yang dicatatkan perseroan hingga September 2013 senilai Rp4,04 triliun. “The Podomoro City Extension berkontribusi sebesar 44,8% dari total marketing sales September 2013.” kata Investor Relation PT Agung Podomoro Land Tbk, Wibisono di Jakarta dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (16/10)

Kontribusi selanjutnya, menurut dia, yaitu proyek Metro Park Residence yang menyumbang 14,2%, diikuti proyek Vimala Hills sebesar 12,8% dan Borneo Bay Residences di Balikpapan 10,5%. Sementara untuk proyek Grand Taruma dan Soho Pancoran masing masing menyumbang 6,8% dan 5,9%.

Untuk meningkatkan portofolio perseroan, APLN termasuk salah satu pengembang properti yang gencar melakukan akuisisi. Dalam rencana pengembangan bisnisnya, beberapa proyek akusisi dan pembangunan yang akan dilakukan perseroan sebagian besar berkonsepkan bangunan superblok. Targetnya, hingga akhir tahun 2013, perseroan akan membangun10-14 superblok yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.“Pada waktu go publik salah satu strategi kami mengembangkan superblok. Kami contohkan Pullman hotel yang memiliki okupansi rate lebih tinggi dari yang di tengah kota karena memiliki sinergi dan harga per meternya pun saat ini sama dengan yang di CBD. Ini karena konsep yang begitu baik dari superblok dan akan menjadi strategi kami ke depan,” kata Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Indra Wijaya.

Pihaknya mencatat, telah memiliki kurang lebih tujuh superblok dan akan terus mengembangkan proyek dalam skala yang sama. Rencananya, setelah peluncuran proyek superblok di Batam, Balikpapan dan mini superblok di Karawang, perseroan juga akan me-launching proyek lainnya di Kelapa Gading (Jakarta Utara), Buaran (Jakarta Timur), Cibubur, Medan dan Pluit (Jakarta Utara).“Kami targetkan hingga akhir tahun ini bisa melakukan pengembangan extention di Green Bay Pluit kurang lebih seluas 5 ha lagi,” ujarnya.

Selain itu, manajemen perseroan sebelumnya juga mengaku sedang menjajaki pengembangan bisnis di Surabaya, Solo, dan Yogyakarta. Investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan superblok ditaksir dapat mencapai Rp5 triliun. Sebagai langkah untuk mendukung pembiayaan, perseroan pun menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2013 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp1,2 triliun.

Rencananya, sebesar 42% dari dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk refinancing atas pinjaman sindikasi yang dimiliki perseroan. Adapun sisanya akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek akuisisi dan pengembangan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha perseroan. Beberapa proyek akuisisi dimaksud antara lain berada di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera dan Bali. (lia)

BERITA TERKAIT

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…