BUMI Beberkan Mekanisme Pelunasan Utang CIC

Yakinkan Otoritas Bursa

Kamis, 17/10/2013

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengaku penyelesaian utang kepada China Invetsment Corporation Ltd (CIC) akan dilakukan dalam beberapa tahap. Rencananya, pengalihan 42% saham perseroan pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) kepada pihak CIC berdasarkan suatu perjanjian jual beli bersyarat. “Harga penjualan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yaitu sebesar Rp268 per saham.” kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava di Jakarta dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (16/10).

Pada penyelesaian atau closing date, menurut dia, seluruh saham-saham tersebut akan dialihkan melalui crossing di pasar negosiasi. Selanjutnya, pemindahbukuan atas saham-saham tersebut dari sub rekening atas nama perseroan akan dilakukan di kustodian tempat perseroan membuka rekeningnya ke sub rekening atas nama CIC atau afiliasi yang ditunjuk CIC.

Bersama dengan itu, sambung dia, CIC akan menerbitkan surat pelunasan dan pembebasan atas jumlah terutang sebesar US$257 juta. Semua proses ini akan dilakukan pada saat dan tanggal yang sama.“Penyelesaian transaksi ini akan bergantung pada persetujuan RUPS perseroan yang menyetujui usulan resolusi keputusan transaksi material sehubungan dengan pengalihan saham milik BUMI di BRMS kepada CIC.” jelasnya.

Targetnya, kata dia, transaksi penjualan saham BRMS diharapkan dapat selesai pada akhir November 2013. Sementara untuk pengalihan 19% saham perseroan di KPC, yaitu dengan menerbitkan saham-saham baru atau KPC rights issue. Perseroan akan menawarkan kepada seluruh pemegang saham KPC yang sebagian jumlah sahamnya yaitu 19% paska KPC rights issue akan diambil bagian oleh suatu perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki perseroan (Newco), Bhira Investment Limited (afiliasi Tata Power), dan PT Kutai Timur Sejahtera.

Bersamaan dengan KPC rights issue seluruh saham milik Kalimantan Coal Ltd (KCL) dan Sangatta Holding Ltd (SHL) atau seluruh saham KCL dan SHL dimiliki perseroan di KPC atau transaksi internal akan dialihkan kepada perseroan. “Setelah selesai KPC rights issue dan transaksi internal maka kepemilikan saham perseroan di dalam KPC baik secara langsung maupun tidak langsung adalah sebesar 51%.” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah selesai KPC rights issue dan transaksi internal, perseroan akan mengalihkan seluruh saham Newco kepada CIC atau afiliasinya (Transaksi Penjualan Newco). “Nilai transaksi penjualan Newco adalah sebesar kurang lebih US$950 juta.” ujarnya.

Selain persetujuan dari RUPS KPC, transaksi KPC rights issue, transaksi internal dan transaksi penjualan Newco ini, pihaknya juga akan tunduk pada persetujuan-persetujuan terlebih dahulu dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), para kreditur perseroan dan RUPS perseroan sehubungan dengna transaksi penjualan Newco.“Perseroan mengharapkan seluruh rangkaian transaksi penyelesaian utang CIC dengan pengalihan secara tidak langsung 19% saham di KPC akan selesai pada akhir November 2013.” tandasnya.

Selanjutnya, perseroan akan mengajukan rencana rights issue ini dalam paket penyelesaian utang CIC untuk didaftarkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Oktober 2013 ini. Dalam rangka rights issue ini CIC atau afiliasinya direncanakan akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dan dana hasil rights issue akan digunakan untuk menyelesaikan utang kepada CIC sejumlah US$150 juta.“Apabila terdapat sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham maka CIC atau afiliasinya sebagai pembeli siaga akan melaksanakan pembelian sisa saham tersebut dengan cara debt to equity swap.” pungkasnya.