SBY Resmikan Infrastruktur Jatim

NERACA

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan beberapa infrastruktur hasil Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dibangun di Jawa Timur (Jatim). Beberapa infrastruktur yang diresmikan adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sembilan Ibukota Kecamatan (IKK), rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di dua lokasi dan jalan lintas selatan di Jawa Timur.

Menteri PU Djoko Kirmanto menjelaskan, SPAM IKK tersebut enam di antaranya berada di Kabupaten Pacitan yaitu di Kecamatan Donorojo, Kebon Agung, Maron, Ngadirojo, Nawangan dan Sudimoro. Dan tiga SPAM IKK lainnya berada di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Trenggalek.

“SPAM IKK yang dibangun dengan kapasitas hingga 50 liter/detik ini diharapkan dapat melayani kebutuhan air di daerah rawan air di Kabupaten Pacitan dan sekitarnya, dan secara langsung berdampak pada percepatan pencapaian target MDG’s 2015,” tambah Djoko.

Kementerian PU juga mendukung pengembangan Kawasan Goa Gong dan Pengembangan Kawasan GOR Pacitan. Kawasan GOR Pacitan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas olah raga, kesenian, dan aktivitas publik lainnya.

“Salah satu fasilitas Kawasan GOR Pacitan yang telah dibangun dan siap untuk diresmikan adalah Rusunawa yang akan difungsikan sebagai asrama atlet berupa bangunan 0,5 Twin Blok yang terdiri dari 48 kamar. Selain itu, di Kabupatn Sidoarjo, Kementerian PU juga telah membangun sebanyak tiga Twin Blok yang dapat menampung sekitar 300 KK,” tutur Djoko.

Jalan Lintas Pantai Selatan

Djoko juga berkomentar mengenai perkembangan lalu lintas di daerah utara relatif lebih cepat dibandingkan dengan daerah selatan. “Perkembangan lalu lintas yang demikian pesat di daerah utara dibandingkan dengan prasarana jalan dan jembatan yang tersedia menyebabkan kondisi lalu lintasnya menjadi sangat padat,” ujar Djoko.

"Jalan selatan dari Jawa Barat, Jawa Tengah sampai Jawa Timur untuk mengimbangi kegiatan yang selama ini terkonsentrasi di pantai utara (pantura) dialihkan ke pantai selatan," kata Djoko.

Dalam mewujudkan prasarana jalan di daerah selatan ini, Kementerian PU melakukan Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Pacitan-Sidomulyo-Hadiwarno. Total penanganannya adalah sepanjang 30,91 kilometer, termasuk di dalamnya pembangunan sembilan jembatan dengan panjang total 510 meter.

Pembangunan jalan lintas pantai selatan ini juga merupakan program pengembangan kawasan selatan Jawa Timur sebagai program prioritas yang melintasi delapan kabupaten yaitu kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Djoko menjelaskan, proses panjang penataan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa Timur sudah mulai dilakukan saat pra-studi kelayakan pada tahun 1998 dan studi kelayakan pada tahun 2001, dengan kesimpulan pembangunan jalan Lintas Pantai Selatan Jawa Timur layak untuk dibangun.

Studi ini kemudian dilanjutkan dengan perencanaan teknis detail (Detail Engineering Design/DED) sejak 2002 dan mengalami beberapa perubahan, termasuk ide pembuatan jembatan yang harus mengandung unsur estetika daerah wisata di Pacitan.

“Jalan dan jembatan ini dibangun dengan kapasitas dua lajur dua arah dengan panjang sekitar 30,91 km menggunakan jenis konstruksi jalan flexible pavement (aspal) dan sembilan jembatan dengan panjang total 510 meter. Lahan yang terkena pembebasan meliputi 742 hektar, dengan total biaya ganti rugi senilai Rp36,720 miliar yang dibiayai melalui dana APBD Kabupaten senilai Rp25,726 miliar dan melalui APBN senilai Rp10,994 miliar,” jelas Djoko.

Pembangunan jalan lintas pantai selatan Pacitan-Sidomulyo-Hadiwarno ini dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak dan tahun tunggal yang dibiayai melalui sumber dana APBN sejak anggaran 2008 sampai 2012 dengan nilai Rp380,995 miliar dan melibatkan partisipasi beberapa penyedia jasa dan konsultan pengawas. [iqbal]

Related posts