Produksi Siwani Makmur Terganjal Kerusakan Mesin

Catatkan Rugi Rp3,81 miliar

Kamis, 17/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) dalam kinerjanya terganjal mesin produksi yang bermasalah akibat banjir. Akibatnya, perseroan belum bisa memaksimalkan produksi pada tahun ini. Hal ini diungkapkan Direktur PT Siwani Makmur Tbk Sjonanto Widjaja seusai RUPSLB perseroan di Jakarta (16/10).

Dia mengatakan, beberapa mesin produksi perseroan mengalami kerusakan akibat terkena banjir tahun 2012. hal ini menyebabkan produksi belum dapat dimaksimalkan pada tahun ini, “Kami tidak yakin dapat mencapai target laba tahun ini sebesar Rp107,75 juta akibat kerusakan beberapa mesin produksi. Sehingga pada tahun ini belum bisa meraih laba”, katanya.

Namun dia berkeyakinan perusahaan yang bergerak di bidang industri, jasa dan infrasturktur di sektor kemasan fleksibel ini berkenyakinan dapat menurunkan rugi bersih di tahun ini menjadi Rp1 miliar. Jumlah ini jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,23 miliar.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tersebut, para pemegang saham juga telah menyetujui penambahan modal kerja sebesar Rp20 miliar yang akan dipergunakan untuk memperbaiki mesin produksi perseroan. Hingga semester I tahun ini, perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp3,81 miliar atau lebih besar 150,65% dari periode yang sama ditahun sebelumnya senilai Rp1,52 miliar.

Selain itu, perseroan telah menunjuk mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia, yaitu I Ketut Mardjana sebagai komisaris perseroan. Hal ini merupakan hasil dari keputusan para pemegang saham. Perseroan juga menunjuk Tunggu Siregar sebagai Direktur Perseroan untuk menggantikan Lie Stefanus Wiji Suratno.“Para pemegang saham, sepakat menunjuk bapak Ketut yang dinilai dapat memperkuat perusahaan berdasarkan pengalamannya”, ujar dia.

Disuspensi

Sebelumnya, pihak manajemen perseroan berharap penghentian sementara atau suspensi saham perseroan dapat dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan disuspensi BEI yang meminta penjelasan lebih lanjut terkait kegiatan operasional dan kondisi keuangan perseroan.“Kegiatan produksi perseroan sudah kembali normal, jadi kami berhapa suspensi saham SIMA dapat segera dibuka”, ujar Direktur Utama perseroan, Edward Seky Soeryadjaya di Jakarta pada akhir Juni lalu.

Perseroan bergerak di bidang usaha manufacturing yang memproduksi berbagai kemasan fleksibel bagi industri-industri. Dalam mendukung kegiatan produksinya, perseroan akan mendapatkan tambahan modal kerja sebesar Rp20 miliar dari pemegang saham utama yakni Roots Capital Asia Limited (RCAL).

Menurut dia tambahan modal kerja tersebut akan dipergunakan untuk perbaikan mesin agar mampu menerima pesanan yang lebih luas dan menunjang operasional perusahaan, diantaranya untuk pembelian bahan baku dan meningkatkan kegiatan pemasaran.

Dia juga mengakui bahwa terdapat 3 mesin masih membutuhkan perbaikan, sehingga jika sudah diperbaiki dapat menerima pesanan yang lebih banyak. Dalam memperluas jaringan pelanggan, perseroan menjajaki pangsa pasar baru yakni di Bali dan Sumatera. Dengan melaksanakan roadshow ke Bali dan Sumatera, yang memiliki banyak konsumen untuk pembukus kopi.

Perseroan juga telah menyelesaikan semua hutang kepada para pemasok bahan baku sebesar US$484,516 juta dan Rp86,201 juta pada bulan April 2013. Sehingga dengan pelunasan hutang tersebut, perseroan yakin suplier akan kembali mengirimkan bahan baku dan perseroan kembali siap beroperasi maksimal. (nurul)