Kadin : Industri Berbasis Budaya Punya Potensi Besar

NERACA

Jakarta - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya, Putri K Wardani mengatakan industri berbasis budaya memiliki potensi untuk bersaing secara ekonomi dengan melibatkan banyak para pelaku usaha. “Bidang usaha dari industri berbasis budaya antara lain seperti jamu dan minuman tradisional, kerajinan tangan, kain tradisional (batik, songket, tenun ikat dan sulam), makanan dan kuliner khas daerah, cara pengobatan tradisional serta seni musik dan tari khas daerah,” ucapnya dalam keterangan pers yang diterima Neraca, Rabu (16/10).

Selanjutnya Putri K Wardani berharap agar Pemerintah Pusat dan Kepala Daerah dapat memberikan dukungan dengan membuat sebuah SK yang mengharuskan para pelaku usaha pariwisata seperti hotel, mall, rumah makan, biro perjalanan, pelabuhan, maskapai penerbangan, dan sebagainya mengadopsi produk produk industri berbasis budaya dalam menjalankan usaha.

Keberpihakan pemerintah inilah yang kami yakin akan menjadi titik tolak dari meningkatnya kecintaan terhadap produk dalam negeri yang menimbulkan permintaan bertambah, yang diiringi oleh kesinambungan proses produksi dan akhirnya mengacu pada pendapatan negara dari sektor industri berbasis budaya untuk peningkatan kesejahteraan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. “Untuk itu diperlukan sekurang kurangnya ada tiga hal yang hendaknya diperhatikan dalam melihat perekonomian Indonesia dimasa depan,” katanya.

Pertama, lanjut Putri, bagaimana membangun Indonesia yang berbudaya, bermartabat, dimana pembangunan nasional ke depan hendaknya berbasis pada nilai nilai luhur bangsa, agar kita memiliki kepribadian yang kuat, yaitu kepribadian Indonesia.

Kedua, bagaimana menyegarkan kembali paham kebangsaan, tujuannya agar nilai nilai budaya dapat di jadikan jati diri bangsa yang kuat, sehingga keutuhan bangsa dapat terwujud melalui gerak langkah para wira usahawan Indonesia yang mumpuni, yang di dasari oleh nilai nilai etika dan tata krama. Dan ketiga, bagaimana bangsa ini kembali menyadari bahwa eksistensi yang sesungguhnya bangsa Indonesia ini adalah sebagai bangsa bahari, yaitu bangsa yang tinggal di dalam negara kepulauan.

Ia menjelaskan bahwa industri berbasis budaya merupakan industri yang berfungsi sebagai tameng identitas bangsa. Melalui pengembangan industri ini diharapkan dapat terbentuk pembangunan karakter bangsa yang menghargai budaya bangsa untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan keseharian dan diperkenalkan kepada dunia sekaligus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Seperti contohnya, sektor pariwisata yang ditunjang oleh industri berbasis budaya secara keseluruhan, dapat meningkatkan potensi kedatangan wisatawan ke Indonesia meningkatkan masa tinggal wisatawan dan dengan sendirinya meningkatkan transaksi ekonomi dan nilai budaya itu sendiri,” katanya.

Sementara, industri kreatif sebagaimana perkembangan di berbagai negara, secara empiris mampu menunjukkan menjadi sektor pendorong bagi pertumbuhan sektor ekonomi lainnya, termasuk industri berbasis budaya. Namun demikian, hingga saat ini kontribusi ekspor dan PDB dari industri berbasis budaya dan industri kreatif masih sekitar 1%. Sedangkan prospek pengembangan kedua sektor ini ke depan sangat besar.

Kedepan, katanya, Kadin Indonesia diharapkan akan menjadi embrio gerakan kepeloporan model perdagangan atas dasar nilai nilai budaya dan produk produk kreatif yang akan mampu sebagai ujung tombak gerakan perjuangan, untuk membangun ekonomi Indonesia yang maju, makmur, aman dan sejahtera, melalui penyajian sikap atas dasar nilai nilai etika dan tata krama, gaya hidup yang sesuai dengan budaya Indonesia.

Selain itu, Kadin juga diharapkan menjadi perhatian dan kepedulian yang cukup kepada para pelaku usaha muda, agar para pengusaha UKM menjadi maju, tangguh dan berkualitas yang selanjutnya diupayakan membangun citra Kadin di masa depan yang bermartabat, berbudaya, dan berwibawa, dengan membangun etika bisnis yang sesuai dengan nilai nilai etika budaya dan nilai nilai kreatifitas yang bermartabat dan penuh makna.

BERITA TERKAIT

RI-Inggris Berpeluang Tingkatkan Kerjasama Sektor Industri

NERACA Jakarta – Indonesia dan Inggris berpeluang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif terutama di sektor industri. Untuk itu,…

Minat Anak Usaha BUMN IPO Cukup Besar

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku‎ banyak anak usaha BUMN yang sudah berkomunikasi dengan pihak bursa dan…

Pelaku Industri Besi dan Baja Hilir Nasional Keluhkan Permendag 22/2018

Pelaku Industri Besi dan Baja Hilir Nasional Keluhkan Permendag 22/2018 NERACA Jakarta - Sejumlah pelaku industri besi dan baja hilir…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…

Niaga Bilateral - Pakistan-Indonesia Realisasikan Kerjasama Impor Jeruk

NERACA Jakarta – Pakistan dan Indonesia merealisasikan kerja sama impor jeruk jenis kino sebanyak 1.500 kontainer atau 30.000 ton pada…