Modernland Bukukan Penjualan Rp 1,58 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang Januari hingga September 2013, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) bukukan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp1,58 triliun. Angka ini sekitar 64,5% dari target perseroan hingga akhir tahun ini sebesar Rp2,6 triliun.

Investor Relation Modernland Cuncun Wijaya mengatakan, kontribusi terbesar dari pencapaian penjualan itu berasal dari penjualan residensial yang mencapai 70%, “Kemudian sisanya sekitar 30% dari industrial dan recurring income,” kata dia di Jakarta, Rabu (16/10).

Meski perolehan penjualan perseroan baru 64%, dia mengaku optimistis dapat mencapai target marketing sales hingga penghujung tahun ini. Menurut Cuncun, hasil dari penjualan atas landbank ke PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) memberikan kontribusi signifikan pada kuartal IV/2013 untuk dapat menggenjot marketing sales perseroan.

Sedangkan sisanya didukung dari marketing sales residensial dan industrial. Sementara itu, hingga bulan September 2013, Moderland telah menjual dan menerima dana dari hasil penjualan lahan ke ASRI sebesar Rp882 miliar. Selain dari penjualan lahan ke ASRI, proyek lain untuk mengenjot perolehan marketing sales berasal dari proyek yang akan diluncurkan di residensial Kota Modern, Modern Hill dan Industrial Estate Cikande pada kuartal IV/2013.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan memangkas alokasi belanja modal (untuk akuisisi lahan menjadi Rp1,5 triliun dari rencana awal sebesar Rp1,9 triliun. Alasan pemangkasan, kata Cuncun Wiajaya, karena ada rencana mengakusisi 51% saham Kepple Land Ltd di proyek Jakarta Garden City senilai Rp2,3 triliun, dimana awalnya MDLN sudah memiliki 49% saham di proyek JGC.

Setelah melakukan akusisi 51% saham Kepple Land Ltd tersebut, maka kepemilikan saham MDLN di proyek JGC akan menjadi 100%,”Karena hal tersebut, maka belanja modal yang awalnya direncanakan Rp1,9 triliun untuk akusisi landbank terjadi perubahan menjadi sekitar Rp1,5 triliun untuk akusisi lahan dan Rp2,3 triliun untuk akusisi 51% saham di JGC milik Kepple,”jelasnya.

Lebih lanjut Cuncun mengungkap, sampai bulan September, proses akusisi 51% saham di JGC masih dalam proses. Sedangkan akusisi lahan baru masih 45% dari target Rp1,5 triliun. Dikatakan dia, walaupun belanja modal terpangkas, namun proyek-proyek properti miliknya tidak ada yang tertunda.

Tahun ini saja, pihaknya telah merilis beberapa kluster perumahan untuk mendukung pertumbuhan kinerja keuangan yang positif. Perseroan juga telah menambah persediaan lahan di Modern Cikande Industrial Estate, Cikande. Hingga September, rencana akuisisi lahan seluas 1.000 hektar (ha) itu, perseroan telah meraih sekitar 225 ha. (bani)

Related posts