Indeks BEI Masih Bergerak Melemah

NERACA

Jakarta – Kabar pemerintah Amerika Serikat bakal gagal bayar atau default, langsung dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung. Tak ayal, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu ditutup melemah 27,651 poin (0,61%) ke level 4.492,261. Sementara Indeks LQ45 turun 6,033 poin (0,79%) ke level 757,281, “Setelah libur panjang, IHSG BEI ditutup melemah didorong oleh belum adanya kesepakatan pagu utang AS sementara batas waktu semakin dekat yakni pada 17 Oktober," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Rabu (16/10).

Dia menambahkan, lembaga pemeringkat Fitch juga menempatkan peringkat AAA (triple A) AS ke dalam outlook negatif yang disebabkan belum tercapainya kesepakatan anggaran hingga saat ini. Kondisi sentimen yang belum menentu, kata Purwoko, indeks BEI diproyeksikan akan berada dalam area konsolidasi dengan kecenderungan melamah. Faktor terbesar masih dibayangi oleh pagu hutang AS,”Pergerakan IHSG Kamis diperkirakan bergerak di kisaran 4.460--4.520 poin,”ungkapnya.

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja memproyeksikan bahwa indeks BEI Kamis diperkirakan bergerak berfluktuasi di level 4.455--4.528 poin,”Perdagangan Kamis akan dipengaruhi oleh keputusan senat di AS mengenai penyelesaian pagu utang yang dapat mengakibatkan negara mengalami 'default,”tuturnya.

Hingga hari ini, lanjut dia, pemerintahan AS telah mengalami penghentian sebagian kegiatan (partial shutdown) AS selama 15 hari, sementara batas waktu untuk menaikkan pagu hutang semakin dekat dan belum ada tanda-tanda penyelesaian. Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin, beberapa investor memilih wait and see sambil menunggu situasi kondusif, terutama situasi di pasar global. Aksi jual kali ini dilakukan investor asing dan domestik. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 144.572 kali pada volume 3,621 miliar lembar saham senilai Rp 4,842 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 156 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia tidak banyak berubah sejak diawal perdagangan, masih mixed hingga akhir perdagangan. Investor di Asia masih menanti perkembangan atas tutupnya pemerintahan AS serta potensi gagal bayarnya. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 13.000, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 600 ke Rp 3.600, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 400 ke Rp 2.000, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 4.650,.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.100 ke Rp 33.250, Unilever (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 30.100, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 19.500, dan Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 400 ke Rp 4.400.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 19,500 poin (0,43%) ke level 4.500,412. Sementara Indeks LQ45 berkurang 4,736 poin (0,62%) ke level 758,568. Sentimen dari global dan regional yang tidak kondusif juga jadi alasan investor melakukan aksi jual. Hampir seluruh sektor saham terkena sasaran koreksi, hanya sektor aneka industri yang masih bisa menguat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 79.557 kali pada volume 2,101 miliar lembar saham senilai Rp 2,551 triliun. Sebanyak 95 saham naik, sisanya 133 saham turun, dan 77 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga sesi I, sebagian masih terjebak di teritori negatif, seperti bursa China dan Hong Kong.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 13.000, Sorini Agro (SOBI) naik Rp 350 ke Rp 1.950, Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 4.650, dan Chandra Asri (TPIA) naik Rp 200 ke Rp 3.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 33.650, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 30.250, Nipress (NIPS) turun Rp 450 ke Rp 17.700, dan Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 400 ke Rp 4.400.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 17,06 poin atau 0,40% ke posisi 4.502,86, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,35 poin (0,56%) ke level 758,62,”Pelaku pasar cenderung mengambil posisi jual untuk merealisasikan keuntungan terhadap saham-saham domestik yang pada pekan lalu telah mengalami penguatan cukup signifikan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Kondisi itu, lanjut dia, menahan indeks BEI untuk melanjutkan penguatan. Meski demikian, IHSG masih memiliki potensi penguatan seiring dengan optimisme pasar terhadap keputusan kenaikan utang AS akan tercapai,”Sentimen AS itu dapat berimplikasi positif bagi pasar dan sebaliknya jika akhirnya tidak mencapai kesepakatan akan terjadi gejolak," katanya.

Sementara analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan, pergerakan IHSG BEI untuk hari ini diperkirakan mendatar seiring dengan pasar yang masih menunggu hasil keputusan anggaran AS,”Minimnya sentimen positif dari domestik maupun regional akan membuat perdagangan relatif sepi hari ini,"paparnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 115,82 poin (0,50%) ke level 23.220,70, indeks Nikkei-225 turun 2,45 poin (0,02%) ke level 14.438,05, dan Straits Times menguat 11,90 poin (0,38%) ke posisi 3.176,97. (bani)

Related posts