Pulau Galang

Wisata Situs Sejarah Pulau Batam

Sabtu, 19/10/2013

Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi keindahan alamnya. Sebetulnya, tidak hanya keindahan alam saja yang bisa dinikmati. Wisata sejarah pun menjadi salah satu keunggulan pariwisata di Indonesia. Kaya akan historis dan sejarah membuat Indonesia menjadi tujuan wisata sejarah dunia. Banyak situs dan benda bersejarah pun banyak tersebar diseluruh Indonesia.

Salah satu situs sejarah ialah pulau Galang. Pada 1980-an, Pulau Galang tiba-tiba menjadi terkenal. Pulau ini menjadi topik diskusi di PBB karena menjadi rumah pengungsian bagi ribuan manusia perahu Vietnam, saat negeri itu dilanda oerang saudara. Mereka datang ke sini dengan perahu dalam kondisi mengkhawatirkan. Sebanyak 40 hingga 100 pengungsi berjejal di satu perahu kecil. Mereka terapung-apung selama berbulan-bulan di Laut China Selatan tanpa tujuan yang jelas.

Banyak yang meninggal di tengah laut, tetapi yang lain berhasil mencapai wilayah Indonesia, termasuk Pulau Galang, Tanjung Pinang, dan pulau-pulau lain di dekatnya. PBB dan Pemerintah Indonesia menyatakan Galang tempat yang aman sementara bagi pengungsi sebelum diproses untuk dipindahkan ke negara lain. Banyak orang Vietnam di Amerika, Eropa dan Australia, bersyukur ketika mereka akhirnya menemukan kedamaian di sebuah pulau cantik, dengan pantai berpasir putih.

Di sana dibangun rumah-rumah ibadah, sekolah untuk anak-anak mereka dan kuburan. Pada saat ini, bekas kamp-pengungsi merupakan situs wisata. Dengan mengunjungi kamp ini, pengunjung dibawa kembali ke tragedi masa lalu, ketika ribuan Vietnam meninggalkan negara asal mereka untuk mencari perlindungan. Pengunjung dapat melihat sebuah gereja dan sebuah kuil yang dibangun pada jaman itu, yang masih terawat baik dan dapat digunakan oleh wisatawan.

Para pengungsi Vietnam ini tiba di sini antara tahun 1976 dan 1996. Terlihat dari replika salah satu perahu kecil yang digunakan pada tahun 1975 oleh ratusan pengungsi Vietnam untuk menyeberangi lautan melarikan diri dari tanah air mereka yang penuh perang saudara. Quan Sebuah Biara Tu, dibangun pada tahun 1984, daya tarik utama pulau ini.

Untuk mencapai pulau ini, gunakanlah kapal feri dari salah satu dari enam terminal feri di Batam. Bandara Hang Nadim Batam melayani penerbangan domestik dari berbagai kota di Indonesia. Lihat: transportasi ke pulau Batam. Kamp pengungsi Vietnam terletak di Desa Sijantung Pulau Galang sekitar 50 kilometer dari Batam Center. Tidak ada restoran atau warung makanan yang tersedia di situs wisata ini. Restoran dan warung makanan hanya tersedia di Barelang, Batam Center dan Nagoya.

Anda akan mendapatkan penjelasan yang jelas tentang kehidupan sehari-hari para pengungsi dengan mengunjungi sebuah bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai kantor UNHCR. Dalam bangunan ini, Anda dapat melihat gambar ribuan pengungsi yang pernah tinggal di pulau ini. Anda juga dapat melihat gambar insiden-insiden selama mereka di tinggal di pulau ini. Gedung ini sekarang digunakan sebagai kantor resepsionis dan pusat informasi bagi pengunjung.

Ada banyak kamp pengungsi. Dengan mengunjungi kamp ini, pengunjung dibawa kembali ke tragedi masa lalu, ketika ratusan ribu orang meninggalkan negara mereka untuk perlindungan. Pengunjung dapat melihat tempat-tempat ibadah yang dibangun selama era tersebut, yang masih terawat baik dan dapat digunakan oleh wisatawan.

Jika Anda masih memiliki waktu, Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju pantai Melur di Barelang, yang terletak tidak jauh dari kamp pengungsian. Di pantai ini, Anda dapat menikmati pemandangan eksotis dan alami.