BTN Fasilitasi Proyek Perumahan Maja - Perluas Segmentasi Pasar

NERACA

Jakarta - Sebagai komitmen dalam memperluas segmentasi pasar pembiayaan kredit perumahan, PT Bank Tabungan Negara (BTN) berencana memfasilitasi pendanaan proyek perumahan Maja, Rangkasbitung, Banten seluas 300 hektare yang dibangun oleh PT Mandiri Mega Jaya (MMJ) “Kerjasama ini dilaksanakan karena, kami konsisten untuk mengembangkan bisnis sektor perumahan,” ujar Direktur Utama BTN, Maryono di Jakarta, akhir pekan Kemarin.

BTN juga memberikan produk dan jasa layanan perbankan untuk perusahaan pengembang (developer) perumahan tersebut. Maryono mengatakan, MMJ memiliki proyek senilai Rp 5 triliun berupa perumahan Maja Raya di wilayah Tangerang Selatan, Provinsi Banten. "Kami memberikan kredit konstruksi untuk proyek perumahan Mandiri Mega Jaya, serta KPR untuk para pembeli rumahnya,” kata dia.

Maryono menjelaskan, untuk tahap pertama, sekitar Rp 2 triliun untuk rumah tipe 36 atau kategori Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Rata-rata harga rumah tersebut, kata dia, sekitar Rp 100 juta, yang rencananya akan dibangun sekitar 20.000 rumah.

Pengembangan proyek Maja Raya seluas 3 ribu hektar ini ke depannya, menurut Maryono akan berpotensi dikembangkan hingga seluas 5ribu ha, sehingga sangat prospektif bagi pengembangan bisnis perumahan.

Dia juga menjelaskan, kerja sama dengan MMJ tahap pertama ini, BTN memfasilitasi sebanyak 20 ribu unit rumah sejahtera tapak tipe 22 m2 dan 36 m2. “Kedepannya apabila potensi tanah bisa dikembangkan lebih luas lagi dan dilengkapi fasilitas dan transportasi yang baik, maka Maja Raya bisa berkembang dengan pesat,” imbuh Maryono.

Lebih lanjut, Maryono mengungkapkan BTN sedang berusaha untuk menjadi leader dari produk konsumer banking yang berangkat dari pembiayaan rumah murah. Direktur Utama Mandiri Mega Jaya Benny Tjokrosaputra mengungkapkan, pihaknya telah memiliki land bank sekitar 3.000-5.000 hektare di Jakarta dan sekitarnya, dengan sekitar 17 hingga 18 perusahaan di bawah holding company-nya.

Rencananya, Mandiri Mega Jaya akan mengembangkan fasilitas pendukung, termasuk pembangunan stasiun kereta api dan pusat perbelanjaan. “Selain itu, di Maja ini kami juga mengembangkan proyek mixed use, mulai dari rumah bersubsidi, sampai pada rumah mewah dan juga apartemen,” katanya.

Selain itu, Mandiri Mega Jaya akan membangun apartemen dan landed house untuk menengah ke atas dan menengah ke bawah. Untuk apartemen, perseroan akan membangun 107.520 unit, sedangkan untuk perumahan mencapai 73.000 unit lebih. “Jadi, meskipun ada gonjang-ganjing kurs, serta aturan baru di KPR, potensinya masih besar khususnya untuk perumahan murah. Ini karena masih banyak penduduk yang belum punya rumah. Demand-nya selalu meningkat,” tutur Benny. [sylke]

BERITA TERKAIT

Layanan XL 4G LTE Masuk Sumatera dan Sulawesi - Perluas Jaringan di Luar Jawa

NERACA  Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus melakukan perluasan jaringan layanan data berkualitas di pulau Sumatra dan…

Estimasi Risiko Proyek Infrastruktur

    Oleh: Ariyo DP Irhamna Peneliti INDEF   Pemerintah memiliki ambisi yang sangat besar untuk mengejar ketinggalan infrastruktur kita.…

Intiland Anggarkan Capex 2 Triliun - Danai Proyek Eksisting

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan tahun ini sebesar Rp 3,3 triliun, PT Intiland Development Tbk (DILD) masih mengandalkan proyek…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…