BI Prediksi CAD Membaik

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memprediksikan, defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan segera membaik. Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adistyaswara mengatakan prediksi CAD akan berada di kisaran 2,5%-2,7%. Menurut dia, target 2014 CAD ada dibawah 3% dari Produk domestik bruto (PDB) adalah angka yang wajar dan bisa diterima oleh pasar.

“Bank sentral terus memantau kondisi perkembangan perekonomian nasional dan juga ekonomi global yang hingga saat ini masih belum stabil, terlebih dari sisi pengaruhnya terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia,” kata Mirza di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia juga menjelaskan, tahun ini bank sentral tetap melakukan pemantauan terhadap situasi neraca pembayaran dan inflasi. “Mudah-mudahan membaik, jika dilihat terakhir dari neraca pembayaran sudah jauh lebih baik, dari neraca pembayaran bulanan. Mudah-mudahan angka di kuartal tiga lebih baik daripada kuartal dua,” imbuh Mirza.

Sebelumnya, Mirza mengatakan, untuk menjaga stabiltas ekonomi, bank sentral telah melakukan kebijakan moneter dan telah mengaddress kurs rupiah agar menemukan ekulibrium yang baru, yang sesuai dengan fundamental ekonomi dalam negeri, menurut dia hal ini tidak perlu dikhawatirkan. “Selain itu diharapkan dengan kurs rupiah saat ini, fundamental kita membaik, jadi defisit ekspor dan impor bisa dikurangi, seperti kemarin kuartal kedua current account defisitnya itu mencapai 4,4% itu kan tidak sehat,” ujar Mirza.

Selain itu, sisi positif dengan pelemahan rupiah yang terjadi saat ini, menurut Mirza merupakan momen yang cukup baik untuk menekan masuknya impor. “Sehingga neraca transaksi pembayaran yang defisit bisa ditekan, jika waktu itu rupiah kita coba tahan di level Rp9600 per dolar AS, maka yang terjadi cadangan devisa (cadev) kita bisa tergerus,” kata dia.

Mirza mengungkapkan, bank sentral berusaha untuk menurunkan defisit agar berada dibawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Jika defisitnya sekitar 2,5%-2,7% di tahun 2013 itu yang kita sesuaikan, mudah mudahan bisa dilakukan adjustment terhadap pengurangan impor dan meningkatkan kompetitif ekspor,” jelas dia.

Bank Indonesia memprediksi defisit transaksi berjalan di triwulan III-2013 membaik dibanding triwulan II-2013. Prediksi BI, defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2013 bisa mencapai 3,4% atau membaik dibanding triwulan II 2013 yang menembus 4,4%. Bank sentral mencatat, defisit transaksi berjalan mencapai US$5,8 miliar pada triwulan I 2013 dan melonjak menjadi US$9,8 miliar pada triwulan II 2013. [sylke]

BERITA TERKAIT

SYARAT EKONOMI RI TUMBUH STABIL DI ATAS 5% - BI: Syaratnya CAD Harus di Bawah 2%

Jakarta-Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengingatkan, salah satu syarat agar ekonomi Indonesia dapat tumbuh stabil di atas 5%, adalah…

Free Trade Zone Gagal Atasi CAD

  NERACA   Jakarta – Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan (Free Trade Zone/FTZ) yang disematkan di kota Batam, Bintan dan Karimun…

Tren Investasi Reksadana Meningkat - Danareksa Prediksi NAB Capai Rp 500 Triliun

NERACA Jakarta – Memiliki fitur risiko yang rendah, tetapi tidak mempengaruhi profit yang menjanjikan dan harga yang terjangkau menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…

Penyaluran KUR 2018 Capai 95,2%

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

Bank Nagari Didorong jadi Bank Syariah

    NERACA   Padang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera…