Kuartal III, Laba Kotor Askrindo​ Rp292,8 miliar​

Rabu, 16/10/2013

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) hingga kuartal III-2013 berhasil mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp292,8 miliar. Perolehan ini mencapai 83,6% dari target laba tahun ini sebesar Rp350 miliar.

Direktur Utama Askrindo, Antonius Chandra S. Napitupulu menjelaskan, perolehan laba ini dari pendapatan underwriting yang mencapai Rp874,4 miliar hingga September tahun ini. “Hasil underwriting ini telah melampaui target yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp857 miliar,” ucap Antonius di Jakarta akhir pekan kemarin.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan, perolehan laba juga didukung dari perolehan hasil investasi. Hingga september tahun 2013, hasil investasi berhasil melampaui angka Rp184,8 miliar atau sekitar 80,9% dari target perusahaan pada 2013 sebesar Rp228,4 miliar.

Sedangkan untuk peningkatan laba ini, diikuti juga oleh peningkatan premi bruto. “Untuk periode Januari hingga September 2013 premi bruto Askrindo mencapai Rp1,1 triliiun atau tumbuh sebesar 96% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp542,9 miliar,” jelas dia.

Menurut Antonius, perolehan premi tersebut terbagi menjadi premi komersial dan premi penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk perolehan premi KUR sebesar Rp553,99 miliar atau meningkat sebanyak 104% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp270,9 miliar. “Sementara untuk perolehan premi komersial sebesar Rp510,7 miliar atau meningkat 87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp272 miliar,” imbuh dia.

Meningkatnya kinerja perusahaan, tambah Antonius, didukung oleh strategi bisnis yang dijalankan manajemen dan implementasi good corporate governance (GCG) “Kami juga bertekad untuk mempertahankan kinerja cemerlang hingga akhir tahun 2013 ini,” ucapnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan aset bisa mencapai Rp 6,14 triliun dan premi mencapai Rp 910 miliar. Untuk mencapai target itu, perseroan akan memperluas jaringan pemasarannya. Saat ini, Askrindo memiliki 20 kantor cabang dan 35 kantor unit di seluruh Indonesia.

Selain mengandalkan kantor cabang, Askrindo juga ingin menggunakan jalur keagenan. Saat ini, agen yang dimiliki Askrindo berjumlah 100 orang. "Kami adalah perusahaan asuransi bukan bank, jadi tidak mungkin bisa menambah banyak cabang, karena biayanya mahal, sehingga untuk yang letaknya jauh kami pakai tangan agen," tegasnya.

Para agen ini terutama memasarkan produk surety ship. Sementara untuk produk asuransi kredit, Askrindo cukup bernegosiasi dengan kantor pusat bank. PT Askrindo merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha asuransi kredit. Adapun salah satu misi Perseroan yakni pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) guna menunjang pertumbuhan perekonomian Indonesia. [sylke]