Investor Asing Masih Lanjutkan Aksi Jual

Rabu, 16/10/2013

NERACA

Jakarta- Meski kekhawatiran pelaku pasar sudah mereda seiring rilis data positif neraca perdagangan Indonesia dan deflasi September, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih cenderung bergerak mendatar (sideways). Hal tersebut ditengarai adanya sentimen nilai tukar rupiah dan aksi ambil untung yang dilakukan investor. Tercatat, dalam sepekan kemarin asing masih tertarik untuk melakukan aksi jual sebesar Rp299,074 miliar.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, IHSG selama sepekan mengalami kenaikan 130,57 poin atau sebesar 2,97%. Namun sebenarnya, pergerakan IHSG sendiri di awal pekan kemarin masih melanjutkan pelemahannya. “Laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah setelah pelaku pasar bersikap skeptis terhadap potensi tercapainya kesepakatan anggaran AS berimbas negatif pada IHSG.” katanya di Jakarta kemarin.

Meski laju rupiah sempat mengalami kenaikan, sambung dia, transaksi asing yang tercatat nett sell masih membuat kondisi IHSG memperpanjang keberadaannya di zona merah. Namun, kondisi berbeda di hari-hari selanjutnya pasca dirilisnya keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan level BI rate yang diiringi dengan meningkatnya cadangan devisa membuat laju IHSG terapresiasi.

Alhasil, kata dia, IHSG selama sepekan mengalami kenaikan 130,57 poin atau sebesar 2,97%. Kenaikan ini lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang melemah tipis -34,36 poin (-0,78%). Indeks JII memimpin kenaikan dengan penguatan +4,58% diikuti indeks LQ45 dan IDX30 yang masing-masing naik 4,15% dan 4,13%. Di sisi lain, laju indeks sektoral mayoritas mengalami kenaikan namun, untuk sektor properti mengalami pelemahan dengan penurunan -1,46%.

Diperkirakan, pasca libur Idul Adha ini, IHSG akan berada pada rentang support 4325-4450 dan sesisten 4564-4587. “IHSG membentuk pola menyerupai morning doji star di bawah middle bollinger bands. MACD cenderung mendatar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba upreversal menuju area overbought.” tuturnya.

Secara teknikal, kata dia, memang membuka tren kenaikan dan pergerakan saat ini masih cenderung sideways sehingga banyak peluang untuk melanjutkan kenaikan. Akan tetapi, seiring mulai adanya aksi ambil untung akan dapat membuat laju IHSG akan terhambat. Oleh karena itu, dirinya berharap aksi ambil untung tidak terlalu signifikan dan sentimen global dapat membaik sehingga tidak membuat IHSG berbalik melemah.

Dia pun menyarankan pelaku pasar untuk mencermati sektor keuangan, properti, manufaktur, pertambangan, aneka industri, dan infrastruktur. Sejumlah saham yang dapat diperhatikan antara lain BBNI, TLKM, INDF, SMGR, JPFA, BSDE, TINS, KLBF, BBRI, ASII, CPIN, PTBA, dan PGAS.

Beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen antara lain New motor vehicle sales & westpac leading index Australia; WPI Inflation Rate YoY & CPI India; Unemployment rate KorSel; Inflation rate, producer price index, & FDI China; Capacity Utilization & Industrial production Jepang; ZEW Economic Sentiment Jerman; Balance of trade Italia; Inflation rate, PPI, unemployment rate, & retail sales Inggris; Inflation rate Perancis; Eurogroup & Ecofin meeting, ZEW Economic Sentiment, & Industrial Production Zona Euro; IMF Meeting, NY Empire State Manufacturing, Balance of Trade, Inflation rate, Consumer price index, Initial jobless claims, & Redbook AS; dan lainnya. (lia)