Martina Berto Sisakan Dana IPO Rp91,74M

NERACA

Jakarta – PT Martina Berto Tbk (MBTO), manufaktur, perusahaan pemasaran serta penelitian & pengembangan merek Martha Tilaar Group hingga akhir September 2013 memiliki sisa dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offring/IPO) senilai Rp91,74 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, dari total dana hasil IPO tersebut digunakan perseroan untuk pembangunan pabrik baru di Cikarang, pembelian mesin dan peralatan produksi sebesar Rp43,25 miliar. Selain itu perseroan juga membayar hutang kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk sebanyak Rp54 miliar.

Direktur PT Martina Berto Tbk Handiwidjaja mengungkapkan bahwa sekitar Rp61 miliar dialokasikan pihaknnya untuk modal kerja perseroan seperti renovasi gudang dan bangunan, pengembangan infrastruktur teknologi informasi, pengembangan riset produk dan pengembangan Marta Tilaar Shop (MTS).“Total realisasi penggunaan dana menurut prospektus sebesar Rp158,25 miliar dan sisanya sebanyak Rp91,74 miliar”, ujar dia.

Perusahaan kosmetik ini mencatatkan sahamnya sejak awal 2011 dan memperoleh dana IPO sebesar Rp250 miliar. Saat ini, distribusi produknya telah menyebar ke pelosok Indonesia dan di lebih dari 10 negara di seluruh dunia seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Jerman, Rusia, Arab Saudi.

Selanjutnya, perseroan akan menempatkan keberadaan di berbagai negara lain, khususnya di Asia Pasifik. Hingga semester pertama tahun ini, perseroan meraup sekitar 43% dari target penjualan tahun ini yang sebesar Rp 800 miliar. Salah satu strateginya adalah dengan meluncurkan berbagai varian produk baru.

Hingga semester pertama tahun ini, perseroan membukukan penjualan bersih Rp337,41 miliar atau naik 2,49% dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih perseroan pada semester pertama tahun ini tercatat Rp18,10 miliar.

Menurut Direktur Utama PT Martina Berto Tbk Bryan David Emil, pihaknya optimis mampu mencapai target penjualan tahun ini, karena berdasarkan siklus bisnis kosmetik, penjualan akan lebih kencang di semester kedua. Dalam meningkatkan penjualannya, pada semester kedua ini perseroan meluncurkan sekitar 10 produk baru.

Meskipun produknya telah tersebar ke berbagai negara, perseroan masih mengandalkan penjualan di pasar domestik sebagai kontributor utama. Sejauh ini pasar domestik masih terus tumbuh seperti di Pulau Jawa pertumbuhan mencapai 15%.“Kami melakukan penetrasi pasar ke beberapa negara ASEAN. Saat ini, kontribusi ekspor terhadap pendapatan baru sekitar 2% dan diharapkan dapat meningkat menjadi 5% pada tahun 2016 nanti”, ujarnya.

Selain menambah variasi produk, perseroan juga hampir menyelesaikan pembangunan pabrik baru di Cikarang, Jawa Barat. Perseroan berharap pada Oktober 2013 ini pabrik tersebut selesai dibangun. Sehingga dapat meningkatkan produksi perseroan.

Pabrik seluas 3.547 meter persegi ini direncanakan untuk mulai tahap uji coba pada Desember 2013. Sehingga, pada awal tahun 2014, pabrik ini bisa beroperasi penuh. Rencananya, pabrik ini akan memproduksi jamu dan obat herbal dengan kapasitas produksi mencapai 270 ton per tahun. (nurul)

Related posts