Mendag Pastikan Harga Daging Stabil Dalam Waktu Dekat

Rabu, 16/10/2013

NERACA

Jakarta – Meskipun harga daging saat ini masih menyentuh Rp93 ribu perkilo, namun Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memastikan harga daging sapi akan stabil dalam waktu dekat. “ Insyaallah dalam waktu dekat akan mulai stabil," kata Gita usai shalat Idul Adha di Jakarta, Selasa (15/10).

Hal itu dikatakan Gita mengingat impor daging dari Australia dan beberapa negara lain yang sudah bisa dilakukan pasca keluarnya izin dari Kementerian Pertanian. Menurut dia, selama ini izin impor tersebut masih terkendala pembahasan internal di Kementan. “Kita kan lama menunggu rekomendasi teknisnya dari Kementan, baru keluar izinnya dua minggu lalu,” katanya.

Pemerintah melakukan berbagai upaya agar harga daging kembali stabil. Diantaranya menghapus sistem kuota impor daging diganti dengan harga referensi, dan mempercepat izin impor daging. Sampai dengan akhir tahun ini, pemerintah juga mendatangkan 72 ribu sapi siap potong.

Sebelumnya, Gita Wirjawan juga melakukan pertemuan bilateral dengan Mendag Australia Andrew Robb membicarakan isu perdagangan, termasuk kebijakan impor sapi dari negeri kangguru tersebut. Dalam pertemuan itu, Andrew menyampaikan apresiasi pada Mendag Gita Wirjawan atas upayanya menormalisasi impor, terutama sapi.

“Kami sangat mengapresiasi kebijakan impor daging sapi Indonesia dari Australia. Kami berterima kasih, karena ini sangat membantu peternak. Bulan ini kuota ekspor sapi sebanyak 75.000 ekor akan mengembalikan antusiasme di sektor ini,” kata Andrew.

Impor 100 ribu Ekor Sapi

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi mengungkapkan bahwa pemerintah kembali memberikan izin importasi kepada 19 importir untuk masukkan 100.000 ekor sapi bakalan, dengan harapan dapat menormalisasi harga daging pada Desember 2013-Januari 2014. “Sapi-sapi inilah yang akan menormalkan kembali harga daging sapi di bulan Desember-Januari," katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 46/PER/8/2013, telah menetapkan harga referensi daging sapi, yaitu sebesar Rp 76.000 per kg. Jika harga daging sapi masih berada di atas itu, maka pemerintah akan membuka keran impor untuk menekan harga daging sapi.

Bachrul mengatakan, alokasi tersebut di luar 75.000 ekor sapi yang sudah dikeluarkan izinnya. Selain itu, Kementerian Pertanian juga tengah mengedukasi importir agar mampu memasok minimal 80 persen dari kuota impor.

Jika realisasi importasi tak mencapai 80 persen, maka izin importir terdaftar (IT) terancam dicabut. "Anda boleh minta berapa saja (kuota impornya). Tapi, kalau Anda minta lalu tidak mengeluarkan 80 persen, akan dicabut IT (importir terdaftar)-nya," kata Bachrul.

Pada Oktober 2013, akan datang 24.859 ekor sapi bakalan, serta 26.250 ekor sapi siap potong atau setara 14.000 ton daging sapi. Sementara itu, pada November 2013, sebanyak 5.400 ekor sapi bakalan bakal masuk ke Indonesia. Alokasi tersebut di luar alokasi baru yang sebesar 100.000 ekor sapi.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat marah karena harga daging yang tak kunjung turun. Untuk itu, ia meminta para menterinya tidak saling lempar tanggung jawab untuk menstabilkan harga daging sapi yang kini melambung. Menurut SBY, persoalan harga daging sapi terus berputar di masalah perizinan.

“Saya melihat urusan daging sapi ini masih berputar. Saya bicara sama Mendag (Gita Wirjawan) kemarin, izin di mana? Katanya, di sini-sinilah, ini di negeri sendiri kok, memangnya izin ke New York atau Jenewa, baru lama,” kata Presiden.

Presiden menilai, jika persoalan izin ada di dalam negeri, seharusnya itu bisa segera diatasi. Ia juga meminta para menteri tidak saling lempar tanggung jawab dalam menyikapi naiknya harga daging sapi. “Tidak boleh saling melempar. Ini birokrasi terlalu lama di (Kementerian) Pertanian dan Bulog,” tambah Presiden.