Tingkatkan Kinerja Koperasi

Salah satu pilar ekonomi Indonesia adalah koperasi. Tepat di hari jadi koperasi ke-64 (12/7), gerakan koperasi di negeri ini terkesan masih berjalan di tempat. Padahal sebagai institusi bisnis, koperasi sejatinya sudah memiliki jaringan (networking) dan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang profesional seperti layaknya di perusahaan swasta. Karena tanpa jaringan, bisnis koperasi tidak dapat berkembang dengan sehat.

Ironis memang. Di tengah gemerlapnya kegiatan usaha belakangan ini, koperasi tetap belum bisa mengambil peran besar. Koperasi seolah hadir tanpa jiwa, tanpa makna yang konstruktif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan pengalaman masa lalu koperasi sering hanya dijadikan ”kendaraan” politik penguasa dan pengusaha.

"Mari tahun depan, tahun 2012, bersamaan revitalisasi ekonomi PBB di Indonesia, kita lakukan revitalisasi dan kebangkitan koperasi lima tahun mendatang. Dengan sasaran yang jelas, kita mulai lakukan revitalisasi dan kebangkitan gerakan koperasi di seluruh Indonesia 2012. Tahun 2017, kita ingin koperasi makin berkembang di seluruh wilayah tanah air. Kita ingin melakukannya sejalan mulai dari permodalan, manajemen, mengembangkan ekonomi kreatif, dan usaha mikro kecil dan menengah untuk kesejahteraan rakyat," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berpidato di Jakarta, Selasa (12/7).

Presiden mengatakan, mengingat begitu besar peran dan manfaat koperasi dalam menggerakkan ekonomi rakyat, pemerintah telah dan terus menciptakan iklim yang kondusif bagi pemberdayaan koperasi. Pengembangan dan pemberdayaan koperasi kita dipadukan dengan berbagai program pro rakyat, baik peningkatan pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, program penanggulangan kemiskinan, dan program pemeliharaan lingkungan. Hal ini semuanya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Jelas, dari pidato Kepala Negara itu tersirat upaya meningkatkan peran koperasi yang lebih besar lagi dalam kancah perekonomian nasional. Artinya, kesalahan dalam penanganan koperasi sejak pemerintahan lalu perlu segera diperbaiki. Pembangunan koperasi harus sesuai dengan khitahnya, yakni dimulai dengan menumbuhkan dan mendorong kesadaran dan kebutuhan rakyat untuk berkoperasi.

Biarkan koperasi hadir sebagai pengejawantahan kehendak rakyat. Tugas pemerintah adalah membimbing dan memfasilitasi. Memang untuk mencapai suatu kondisi ideal butuh waktu panjang. Demikian pula untuk membangun jaringan kerja yang solid, butuh upaya serius yang berkesinambungan.

Koperasi selama ini masih cenderung soliter. Padahal, untuk menghadapi kompetisi dengan pelaku usaha swasta dan BUMN, diperlukan kinerja yang bagus. Layaknya partai pendukung pemerintah, maka koperasi juga perlu melakukan koalisi, yakni membangun kerja sama konstruktif dalam bentuk jaringan, baik menyangkut kerja, modal, operasional maupun pemasaran. Inilah bentuk koalisi yang diperlukan dalam menghadapi tantangan ke depan.

Sudah bukan zamannya lagi koperasi bersikap menutup diri. Apalagi skala bisnis dari waktu ke waktu terus beranjak menjadi usaha berskala besar dan hendak menembus pasar global, dengan situasi persaingan yang ketat dan dinamis, koperasi sudah seharusnya memikirkan untuk menggunakan teknologi internet guna membantu operasionalnya.

Untuk itu, organisasi dan SDM koperasi harus mengalami perombakan total. Dibutuhkan SDM yang menguasai teknologi informasi, sistem perdagangan internasional, sistem keuangan, berkemampuan bahasa Inggris yang baik serta sejumlah kriteria lainnya. Bila perlu koperasi perlu merekrut tenaga terampil (manajer) di lapangan untuk operasionalisasi koperasi, seperti lazimnya perusahaan swasta.

BERITA TERKAIT

Menilik Kinerja 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

  Oleh : Kurniawan Hadi, Pengamat Kebijakan Publik    Selama 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK ada banyak tanggapan bernada sinis yang…

Kinerja Ekspor Non Migas Terkoreksi 6,09 Persen di September - Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar 4,51 persen dari…

Infrastruktur, Harga Pangan dan Bansos Diklaim Membaik - KINERJA 3 TAHUN PEMERINTAHAN JOKOWI-JK

  NERACA Jakarta – Pemerintah kabinet kerja genap berumur tiga tahun. Selama tiga tahun dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Kerja Konkret Jokowi Membangun Papua

  Oleh : Dodik Prasetyo, Pemerhati Ekonomi Pembangunan LSISI Selama 72 tahun Indonesia merdeka pada akhirnya masyarakat Papua dapat menikmati…

Memberi Pelayanan, Bukan Menjadi Pelayan

Oleh: Teddy Ferdian, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak Ketika mendatangi suatu rumah makan, kita akan disambut dengan ucapan selamat datang dari penerima…

Tujuh Hasil Kerja Nyata 3 Tahun di Era Jokowi

  Oleh: Dhita Karuniawati, Mahasiswa IAIN Kendari Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan memasuki periode…