Sejahteraya Akuisisi 99,99% Saham Gatsu Griya

NERACA

Jakarta – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), perusahan yang bergerak di bidang jasa pelayanan medik ini menyatakan akan segera merealisasikan akuisisi saham PT Gatsu Griya Megatama (GGM) yang memiliki tanah dan bangunan di Kuta, Bali. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Perseroan akan mengakuisisi sebanyak 99,99% saham GMM. Akuisisi tersebut sesuai dengan rencana perseroan yang tertuang dalam prospektus Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dan usaha mengembangkan usaha rumah sakit di Bali,“Transaksi akuisisi tergantung dari hasil uji tuntas dan persetujuan para pemegang saham dalam RUPSLB yang akan digelar”, ujar Direktur Perseroan Chandra Rahardja.

Dia juga menjelaskan bahwa sumber dana akuisisi tersebut berasal dari penggunaan dana atas PUT I perseroan. Namun, perseroan tidak menjelaskan nominal akuisisi tersebut. Rencananya perseroan akan mengumumkan di surat kabar sebelum melaksanakan RUPSLB.“Pada 27 September 2013 kami sudah menandatangani kesepakatan dengan PT Gatsu Griya Megatama yang memiliki tanah seluas 14.511 meter persegi dan bangunan di Kuta, Bali”, ujar dia.

Pada kuartal pertama tahun ini perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp7,09 miliar atau Rp(5,19) per saham dibandingkan dengan laba bersih pada Kuartal I tahun 2012 sebesar Rp1,73 miliar atau Rp1,25 persaham. Hal ini disebabkan oleh beban pokok perseroan mengalami kenaikan dari Rp23,89 miliar menjadi Rp27,49 miliar.

Beban usaha perseroan mengalami peningkatan dari Rp18,81 miliar menjadi Rp30,60 miliar. Sementara pendapatan pokok perseroan dari Rp44,99 miliar pada Kuartal I tahun 2012 menjadi Rp51,72 miliar pada Kuartal I tahun 2013.

SRAJ merupakan perusahaan yang bergerak bidang jasa pelayanan medik antara lain dengan cara mendirikan dan mengusahakan rumah sakit yang lengkap dan modern. Pendapatan pokok perseroan pada kuartal I 2013 tertinggi dari obat-obatan Rp16,99 miliar, periode yang sama tahun lalu Rp13,54 miliar.

Sementara rawat inap Rp10,81 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp10,57 miliar, poliklinik Rp8,72 miliar. Laboratorium berkontribusi sebesar Rp5,23 miliar, Radiologi Rp9,54 miliar, Hemodialisa Rp0,33 miliar, Medical Check-Up Rp1,56 miliar, diskon pasien Rp1,46 miliar.

Sebelumnya, manajemen perseroan mengharapkan dapat menyelesaikan masalah penawaran umum terbatas/rights issue perseroan paling lambat 30 Juni 2013 dari target awal semula 30 April 2013. Perseroan telah menunjuk Nindyo Pramono dan Associate sebagai konsultan hukum yang akan memberikan legal opini atas keterlambatan PT Surya Cipta Inti Cemerlang untuk melaksanakan penebusan rightnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

BEI Luncurkan Tiga Indeks Saham Baru - Dongkrak Transaksi Saham

NERACA Jakarta – Pacu daya saing industri pasar modal dan juga meningkatkan transaksi saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan…

BEI Kembali Perdagangkan Saham Skybee

NERACA Jakarta – Setelah sempat disuspensi atau dihentikan sementara perdagangan saham, pada perdagangan saham Kamis (17/5) PT Bursa Efek Indonesia…

Pemprov DKI Lepas 26,25% Saham Delta Djakarta - Atas Nama Kepentingan Masyarakat

NERACA Jakarta – Komitmen pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk tidak berinvestasi yang tidak menyangkut pada kepentingan masyarakat dibuktikan dengan keseriusan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Atas Nama Kepentingan Masyarakat - Pemprov DKI Lepas 26,25% Saham Delta Djakarta

NERACA Jakarta – Komitmen pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk tidak berinvestasi yang tidak menyangkut pada kepentingan masyarakat dibuktikan dengan keseriusan…

CLEO Bukukan Laba Bersih Rp 12,56 Miliar

NERACA Jakarta – Pada kuartal pertama 2018, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) membukukan laba bersih tumbuh sebesar 44,56% menjadi Rp…

Produk Lindung Nilai LQ45 Bakal Dirilis

Dalam rangka meningkatan pertumbuhan transaksi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal meluncurkan produk single share option untuk…