Lunasi Utang, MNC Sky Vision Ngutang US$ 250 Juta

NERACA

Jakarta - PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) tengah melakukan fundrising dalam bentuk pinjaman dari beberapa bank dengan dana maksimal sebesar US$250 juta untuk pelunasan hutang obligasi yang jatuh tempo pada November 2015. Hutang obligasi yang diterbitkan anak perusahaan perseroan senilai US$165 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, tujuan penerbitan obligasi tersebut untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja perseroan. Fasilitas tersebut dijaminkan anak usaha perseroan yaitu Aerospace Satellite Corporation Holding BV, Aerospace Satellite Corporation BV dan PT Media Citra Indosiar.

Wakil Direktur PT MNC Sky Vision Tbk Handhi S.Kentjono menyatakan bahwa dengan struktur pinjaman baru tersebut, perseroan dapat melakukan penghematan yang cukup signifikan. Sehingga dengan penghematan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja perseroan,”Efisiensi biaya ini akan diinvestasikan kembali untuk perseroan dengan mengakuisisi konten-konten bermutu yang akan menambah kepuasan pelanggan dalam menikmati layanan kami”, ujar dia.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT MNC Sky Vision Tbk Effendi Budiman mengakui bahwa obligasi sebesar US$165 juta yang dimiliki perseroan saat ini akan jatuh tempo pada November 2015, namun memiliki call option yang bisa dijalankan mulai 16 November tahun ini.“Dengan pembiayaan kembali ini, perseroan diperkirakan dapat melakukan penghematan sekitar US$10 juta per tahun dari biaya bunga. Sebab, tingkat bunga obligasi saat ini sebesar 12,75%. Tujuan kami melakukan refinancing ini semata-mata alasan penghematan karena bunga lebih rendah. Bukan permasalahan kejolak ekonomi seperti beberapa bulan lalu”, jelas dia di Jakarta (11/10).

Dia menambahkan, pinjaman baru maksimal US$250 juta tersebut mempunyai tingkat suku bunga LIBOR + 4,25% dengan tenor 3 tahun. Pinjaman dari beberapa bank ini, akan dipimpin oleh Deutch Bank dan Standard Chartered Bank.

Perseroan telah menerbitkan obligasi dalam dolar Amerika Serikat (AS) pada 16 November 2010 sebesar US$165 juta, dengan tingkat bunga 12,75% per tahun yang dibayar per enam bulan. Obligasi ini, bertenor lima tahun dan akan jatuh tempo pada 16 November 2015.

Selain itu, dlam RUPSLB perseroan, telah menganggarkan capex maksimal sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,14 triliun untuk pengembangan bisnisnya pada tahun 2014 mendatang. Menurut dia, perseroan akan menyiapkan sekitar US$80 juta hingga US$100 juta untuk modal pengembangan bisnisnya pada 2014.“Belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk pembelian box atau pemancar sekitar US$80 juta atau 80% dari total dana capex, sedangkan sisanya untuk pengembangan bisnis lainnya”, ujar dia.

Sementara mengenai kinerja kuartal ketiga tahun ini, dia memperkirakan pendapatan akan tumbuh 30% menjadi Rp2,23 triliun dibandingkan periode yang sama ditahun sebelumnya sebesar Rp1,72 triliun. Pendapatan tersebut, paling besar diperoleh dari segmen jasa penyiaran program.

Hingga semester pertama 2013, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 35,63% atau menjadi Rp1,37 triliun atau tumbuh 35,63% dari periode yang sama di tahun 2012 sebesar Rp1,01 triliun. Dalam RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Direktur perseroan Wesly Parsaoran dan mengangkat Dhini Widhiastuti sebagai Direktur Marketing & Sales dan Ciendramawan sebagai Direktur IT.“Menjawab pesatnya perkembangan bisnis perseroan dan industri TV berlangganan di Indonesia, perseroan berusaha meningkatkan kinerja internal untuk lebih spesifik dan terfokus. Dengna pengangkatan ini, kami yakin akan membawa MSKY menuju perkembangan yang lebih baik dalam menjawab tantangan ke depan”, jelas Handhi. (nurul)

BERITA TERKAIT

MKDA Private Placement 215 Juta Saham

NERACA Jakarta – Emiten pertambangan emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bakal perkuat modal dengan aksi korporasi penambahan modal…

Jumlah SID di KSEI Capai 2 Juta Investor

NERACA Jakarta – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah single investor identification (SID) hingga semester pertama 2019 mencapai…

Menteri LHK: Luas Lahan Kritis Mangrove Turun Jadi 1,19 Juta ha - OASE Kabinet Kerja Lejitkan Mangrove

Menteri LHK: Luas Lahan Kritis Mangrove Turun Jadi 1,19 Juta ha OASE Kabinet Kerja Lejitkan Mangrove NERACA Manado - Luas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…