Antam Habiskan Biaya Eksplorasi Rp16 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah menghabiskan biaya sebesar Rp16 miliar untuk kegiatan eksplorasi pada September 2013. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan antara lain untuk empat komoditas tambang yang digarap perseroan di beberapa wilayah. “Kegiatan eksplorasi perseroan di bulan September 2013 berfokus pada komoditas nikel, emas, bauksit, dan batubara dengan jumlah pengeluaran preliminary sebesar Rp16 miliar.” kata Seketaris Perusahaan ANTM, Tri Hartono dalam keterangan persnya di Jakarta, pekan kemarin.

Untuk kegiatan eksplorasi emas, menurut dia, dilakukan di daerah Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat. Selain itu, juga dilakukan di Cibaliung, Banten dan Batulicin, Jambi. Kegiatan eksplorasi untuk ketiga wilayah tersebut antara lain untuk kegiatan pemetaan geologi, core logging, percontoan core, pemboran, analisa gravity dan core, serta e­valuasi dan modeling geologi.

Total biaya yang dikeluarkan perseroan untuk eksplorasi emas ini, kata dia, mencapai Rp10,2 miliar. Sementara untuk eksplorasi nikel dilakukan di daerah Buli, Maluku Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Di wilayah Buli, Maluku Utara, sambung dia, telah dilakukan pemetaan geologi semi detail, pengukuran topografi, pengukuran grid bor dan geofisika. Termasuk pemboran, core logging, percontoan core, dan pengukuran SG dan MC.“Sedangkan kegiatan eksplorasi di wilayah Pomalaa, Sulawesi Tenggara terdiri dari pemetaan geologi semi detail, pemboran, core logging, percontoan core, pengukuran density dan MC, pengukuran grid, dan pengukuran polygon.” jelasnya.

Dia mengatakan, total biaya eksplorasi nikel ini lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi emas, yaitu hanya mencapai Rp5 miliar. Adapun eksplorasi bauksit dilakukan di di wilayah Tayan dan Munggu Pasir, Kalimantan Barat untuk kegiatan pengukuran geologi detail, test pitting, test pit logging dan percontoan. “Total biaya eksplorasi bauksit pada September 2013 mencapai Rp845,9 juta.” imbuhnya.

Diketahui, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) saat ini tengah fokus pada pengembangan usaha proyek hilir untuk mengoptimalkan komoditas inti yang diproduksi perseroan seperti nikel, emas, dan bauksit. Untuk komoditas emas misalnya, selain berfokus pada pencarian cadangan baru, pihak manajemen mengaku akan terus menjajaki berbagai kesempatan yang muncul.

Untuk meningkatkan penjualan emas perseroan misalnya, perseroan berencana membuka sebanyak lima outlet butik emas logam mulia hingga akhir tahun ini. Langkah ini dilakukan sebagai strategi ekspansi perseroan untuk menjangkau lebih banyak konsumen retail di Indonesia, khususnya Jakarta. “Sampai dengan akhir tahun 2013, ANTAM, melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM), akan membuka 5 outlet butik emas logam mulia di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Palembang.” kata Direktur Keuangan ANTM, Djaja Tambunan.

Selanjutnya, pada tahun 2014 perseroan akan membuka 5-10 outlet butik emas logam mulia di berbagai kota di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan ekspansi penjualan emas ke konsumen retail. (lia)

BERITA TERKAIT

OJK Mengandalkan Dana di Pasar Modal - Tutupi Kekurangan Biaya Infrastruktur

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengarahkan untuk terus menggali pembiayaan pembangunan infrastruktur yang bersumber dari pasar modal.”Perbankan tidak…

Dwi Guna Laksana Bidik Dana IPO Rp 434 Miliar

Perusahaan tambang batu bara dan jasa pelabuhan, PT Dwi Guna Laksana (DGL) berencana melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public…

Wika Gedung Raih Kontrak Baru Rp 137,6 Miliar

NERACA Jakarta – Hingga Oktober 2017, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung) telah memperoleh kontrak baru Rp137,6 miliar. Realisasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan INTP Capai 1,7 Juta Ton

NERACA Jakarta - Hingga Oktober 2017, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) mencatat volume penjualan sebesar 1,7 juta ton semen…

Masuk Morgan Stanley Capital - Saham BTN Diyakini Banyak Diburu Asing

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menilai masuknya saham perseroan ke dalam Morgan Stanley Capital International (MSCI)…

Belum Ada Kejelasan Pengendali META

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan terus melakukan suspensi atau penghentian perdagangan saham sementara PT Nusantara Infrastructure Tbk (META),…