Sambut Libur Panjang, IHSG Bakal Terkoreksi

Jumat, 11/10/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 29,240 poin (0,66%) ke level 4.486,678. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,486 poin (0,87%) ke level 755,198. Belum beranjaknya aksi beli menjadi pemicu menguatnya indeks BEI.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, penguatan indeks BEI karena aksi beli terus berlanjut, meskipun sempat tertahan sentimen negatif,”IHSG kembali ditutup menguat didorong oleh mulai optimisnya investor di pasar saham akan terjadinya kesepakatan untuk meningkatkan pagu utang AS," katanya di Jakarta, Kamis (10/10).

Sentimen lainnya, dia menambahkan, pasar menyukai kandidat pengganti Bernanke, yakni Janet Yellen karena dianggap sosok yang mendukung stimulus keuangan AS dengan menggunakan target inflasi dan pengangguran."Hal itu membuat pasar negara berkembang kembali positif, karena kondisi itu akan membuat negara berkembang mendapat tambahan waktu bersiap menghadapi pengurangan stimulus keuangan (tapering),”paparnya.

Meski demikian, lanjut dia, menjelang libur panjang Idul Adha transaksi saham di pasar domestik akan cenderung menurun. Oleh karena itu, IHSG akhir pekan diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi di kisaran 4.425--4.510 poin. Pada perdagangan kemarin, saham-saham komoditas dan sektor finansial masih memimpin penguatan. Penguatan IHSG terhambat pelemahan saham-saham di sektor perdagangan dan konsumer.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 154.563 kali pada volume 5,071 miliar lembar saham senilai Rp 6,054 triliun. Sebanyak 157 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 87 saham stagnan. Sejak diawal hingga sore bursa-bursa Asia bergerak variatif. Pelaku pasar masih berhati-hati dalam transaksi sambil memantau situasi tutupnya pemerintahan AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.050 ke Rp 18.800, Indo Tambangraya (OTMG) naik Rp 700 ke Rp 30.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 20.750, dan Matahari (LPPF) naik Rp 350 ke Rp 11.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.000 ke Rp 31.000, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 12.500, MNC (MNCN) turun Rp 300 ke Rp 2.600, dan Global Mediacom (BMTR) turun Rp 205 ke Rp 1.970.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 27,502 poin (0,62%) ke level 4.484,062. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,189 poin (0,83%) ke level 754,901. Setelah naik ke posisi tertingginya yang menembus level 4.500 laju penguatan IHSG mulai melambat. Beberapa investor ada yang melakukan aksi ambil untung atas posisi yang sudah tinggi tersebut.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 84.746 kali pada volume 2,472 miliar lembar saham senilai Rp 2,997 triliun. Sebanyak 133 saham naik, sisanya 86 saham turun, dan 96 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia masih bergerak variatif hingga sesi pertama. Bursa saham Jepang dan Singapura berhasil melenggang di zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.450 ke Rp 19.200, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 13.500, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 30.650, dan Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 11.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 31.500, MNC (MNCN) turun Rp 250 ke Rp 2.650, Saratoga (SRTG) turun Rp 225 ke Rp 4.475, dan Global Mediacom (BMTR) turun Rp 205 ke Rp 1.970.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 24,21 poin atau 0,54% ke posisi 4.481,65. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 7,91 poin (1,06%) ke level 756,63, “Pelaku pasar kembali mengambil posisi beli saham, pihak BEI yang mengharapkan investor untuk tidak terlalu mencemaskan pengurangan (tappering) stimulus keuangan The Fed memberi sentimen positif," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Dia menambahkan, secara teknikal indeks BEI masih mampu bertahan di area positif seiring mulai berkurangnya tekanan, kendati demikian pelaku pasar agar tetap mewaspadai potensi pembalikan arah pergerakan saham.

Kemudian adanya pemangkasan ekonomi global, termasuk di dalamnya negara-negara berkembang oleh lembaga moneter internasional (IMF) serta kondisi ekonomi AS yang belum juga menemukan kesepakatan untuk menaikan batas atas utangnya masih membayangi pergerakan saham-saham.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, pergerakan IHSG BEI masih cenderung mendatar karena sentimen yang belum ada kepastian terutama dari eksternal."Dalam kondisi saat ini saham-saham lapis dua cenderung aktif,”jelasnya.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 21,33 poin (0,09%) ke level 23.055,30, indeks Nikkei-225 naik 112,54 poin (0,80%) ke level 14.150,38, dan Straits Times menguat 15,96 poin (0,51%) ke posisi 3.171,88. (bani)