Suhu Politik Meningkat, Ekonomi Tetap Berputar

Jumat, 11/10/2013

NERACA

Jakarta - Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk, Winang Budoyo, menuturkan suhupolitik Indonesia menjelang pemilihan umum 2014 diperkirakan akan meningkat. Namun kata dia, hal itu tidak akan berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia. Pasalnya, fundamental ekonomi diyakini masih cukup kuat untukmenghadapi ketidakpastian politik danekonomi, baik daridalam negeri maupun global.

“Salah satu indikatornya adalah permintaan domestik yang masih cukup kuat, yang didukung oleh jumlahkelas menengah yang terus meningkat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/10). Menurut Winang, indikator positif lainnya di 2014 adalah masih tetap tingginya minat investor asing untuk terus berinvestasi di Indonesia.

Hal ini didorong oleh berkurangnya tekanan inflasi dan potensi penguatan rupiahterhadap dolar AS. “Ini yang membuat kami masih tetapoptimis dalam menyongsong dan menghadapi tahun 2014,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama CIMB Niaga, Arwin Rasyid menambahkan, kondisi perekonomian dunia yang masih belum stabil, serta suhu politik yang cenderung meningkat menjelang pemilu 2014,menjadi sejumlah isu utama yang akan mewarnai kondisi perekonomian dalam negeri tahun mendatang.

“Untuk memberikan gambaran tentang kondisi perekonomian dalam negeri tahun 2014, serta tantangan yang akan dihadapi, kami menghadirkan pembicara yang akan memaparkan pemikiran mereka dari sisi pemerintah, pengusaha, ekonomi dan politik,” ungkap Arwin.

Dia pun menjelaskan, krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, sedikit banyak berdampak pada perekonomian Indonesia. Pemerintah Indonesia pun telah mengeluarkan sejumlah kebijakan ekonomi untuk mengantisipasi hal tersebut.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) selaku regulator perbankan nasional, juga telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) beberapa kali hingga mencapai level 7,25%. Langkah ini dilakukan BI sebagai upaya untuk menekan ekspektasikenaikan laju inflasi serta upaya untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. [rin]