Dua Perusahaan Bakrie Disuspensi - Timbulkan Spekulasi

NERACA

Jakarta- Kabar positif dari pihak manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkait pelunasan utang perseroan kepada CIC (China Investment Corporation) ternyata belum cukup mampu meyakinkan pelaku pasar. Bahkan, pihak otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri masih mempertanyakan kepada manajemen perseroan terkait informasi tersebut. Penghentian sementara atas perdagangan saham dua perusahaan tambang milik Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pun dilakukan pihak otoritas.

Kepala Divisi Perdagangan Saham, Andre P.J. Toelle mengatakan, pihak otoritas PT Bursa Efek Indonesia memberhentikan sementara perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyusul adanya informasi dari pihak manajemen bahwa BUMI telah menandatangani perjanjian untuk menyelesaikan sisa utangnya dengan CIC. “Langkah ini dilakukan untuk menjaga penyelenggaraan efek yang teratur, wajar, dan efisien.” katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (10/10).

Penghentian sementara perdagangan tersebut, menurut dia, dilakukan pihak otoritas sejak sesi I perdagangan efek hari Kamis (10/10) hingga pengumuman lebih lanjut di seluruh pasar. Selain BUMI, BEI juga melakukan suspensi atas perdagangan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada waktu yang sama. Pasalnya, informasi tersebut dianggap berpotensi mempengaruhi perdagangan efek perseroan.“Dalam rangka menjaga penyelenggaraan perdagangan efek yang teratur wajar dan efisien, bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek BRMS di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan efek hari Kamis (10/10) hingga pengumuman lebih lanjut.” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rilis yang disampaikan manajemen BUMI terkait penyelesaian utangnya kepada CIC senilai US$1,3 miliar, disebutkan BUMI akan menyelesaikan sebagian sisa utang tersebut dengan menukar saham BUMI di BRMS. Pihak manajemen BUMI melalui Sekretaris Perusahaannya, Dileep Srivastava mengatakan bahwa BUMI akan menyerahkan 42% saham perseroan di BRMS kepada CIC.

Selain kepemilikan saham pada BRMS, pihak manajemen BUMI juga akan menyerahkan kepemilikan saham BUMI di PT Kaltim Prima Coal (KPC), Indocoal resources (Cayman) Ltd dan PT Indocoal Kaltim Resources, masing-masing 19%, “Termasuk pengeluaran saham baru senilai US$150 juta di dalam BUMI,” ujarnya.

Menurut dia, pinjaman dua tahap yang diterima BUMI dengan jumlah pokok gabungan sebesar US$ 1,3 miliar yang akan jatuh tempo pada akhir tahun 2014-2015 tersebut akan diselesaikan akhir tahun ini. Oleh karena itu, pihaknya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan yang disyaratkan berdasarkan ketentuan perundangundangan yang berlaku.“Untuk jumlah sisanya, akan dikonversikan menjadi pinjaman untuk jangka waktu tiga tahun dengan suku bunga yang kompetitif di pasaran.” jelasnya.

Memang, jika dicermati, ada beberapa bagian yang masih menyisakan tanda tanya dalam informasi tersebut. Oleh karena itu, tidak heran jika pihak otoritas pun menilai masih diperlukannya informasi lebih lanjut terkait hal tersebut. “Bursa telah meminta penjelasan kepada perseroan atas keterbukaan informasi tersebut. Selain itu, juga meminta kepada semua pihak untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.” jelas Andre. (lia)

BERITA TERKAIT

MDKA Penjamin Pinjaman Perusahaan Afiliasi

Mendukung ekspansi bisnis, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi penjamin atas pinjaman yang didapat Eastern Field Developments Limited (EFDL)…

Pemerintah Terbitkan Dua Seri Surat Utang Valas

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam dua valuta asing (dual-currency) yaitu denominasi dolar…

Pemkot Palembang Ajukan Pembangunan Dua Kolam Retensi

Pemkot Palembang Ajukan Pembangunan Dua Kolam Retensi NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, mengajukan pembangunan kolam retensi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…