Harga Naik, Timah Malah Turunkan Produksi

NERACA

Jakarta – PT Timah Tbk (TINS) menurunkan target volume penjualan timahnya di tahun ini menjadi 26 ribu ton atau turun 13,33% dari target sebelumnya sebesar 30 ribu ton. Namun, dengan adanya penurun ini harga jual timah justru semakin tinggi.

Menurut Direktur Utama PT Timah Tbk Sukrisno, penurunan target volume penjualan disebabkan para produsen timah dalam menjual timahnya harus melalui bursa timah Indonesia yaitu Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) sesuai Peraturan Menteri No.32 tahun 2013.“Walaupun ada penurunan volume penjualan dan menimbulkan kurangnya pasokan timah dari Indonesia, tetapi justru membuat harga jual timah semakin tinggi ke depannya”, kata dia di Jakarta (10/10).

Hingga akhir tahun, volume penjualan timah hanya berkisar 26 ribu ton yang turun dari target awal perseroan mencapai 30 ribu ton. Dia menjelaskan, harga jual timah pada Agustus 2013 sekitar US$20 ribu per metrik ton. Sedangkan, pada bulan lalu mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya menjadi US$23 ribu per metrik ton.“Hingga akhir tahun ini, saya perkirakan harga timah berada dikisaran US$25 ribu per metrik ton”, katanya.

Namun, dengan adanya peraturan tersebut, perseroan mencatatkan laba periode berjalan turun menjadi Rp137,1 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp336,7 miliar. Pendapatan usaha perseroan turun menjadi Rp2,79 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp4,12 triliun.

Sementara beban pokok pendapatan turun menjadi Rp2,28 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,39 triliun. Laba usaha perseroan turun dari Rp481,4 miliar pada semester pertama 2012 menjadi Rp223,3 miliar. Laba bersih per saham dasar turun menjadi Rp27 pada semester pertama 2013 dari periode semester pertama 2012 senilai Rp67.

Perseroan juga mencatatkan volume produksi bijih timah turun 40% menjadi 10.187 ton sn pada akhir Juni 2013 dari periode Juni 2012 sebesar 16.839 ton sn. Logam timah perseroan hingga akhir Juni 2013 turun 36% menjadi 9.613 metrik ton dari periode sama tahun sebelumnya 14.984 metrik ton.

Penjualan logam timah turun 36% pada semester pertama 2013 menjadi 10.951 metrik ton dibandingkan periode sama tahun 2012 sebesar 17.236 metrik ton. Harga jual logam timah yang diterima perseroan naik 1% menjadi US$22.882 pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun lalu US$22.565. (nurul)

BERITA TERKAIT

Harga Avtur Turun, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket

    NERACA   Jakarta - Sejumlah kalangan meminta maskapai penerbangan nasional menurunkan harga tiket pesawat menyusul penurunan harga avtur.…

Niaga Energi - Harga Minyak Naik Terpengaruh Atas Kesepakatan Produksi OPEC

NERACA Jakarta – Harga minyak dunia naik untuk hari kelima pada perdagangan berada di jalur untuk kuartal pertama terkuat dalam…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mendapatkan Antusiasme Tinggi - LinkAja Diyakini Mampu Percepat Inklusi Keuangan

NERACA Jakarta - Perubahan aplikasi mobil money Tcash menjadi LinkAja mendapatkan antusiasme sangat tinggi dari pelanggan yang memiliki akun Tcash…

Permintaan Pasar Meningkat - Tunaiku Genjot Pertumbuhan Pinjaman Renovasi Rumah

NERACA Jakarta – Menjawab kebutuhan masyarakat akan pinjaman yang mudah didapat tanpa ribet, Tunaiku, kredit tanpa agunan berbasis online dari…

Tambah Armada Baru - Armada Berjaya Bidik Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) langsung tancap gas dalam ekspansi…