Eksistensi Kinerja Bukit Asam Meraup Untung

Bukukan Penjualan Tumbuh 17%

Jumat, 11/10/2013

NERACA

Jakarta – Meskipun harga batubara tengah mengalami penurunan harga, namun tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Pasalnya, perseroan mencatatkan penjualan batubara hingga September 2013 mencapai 13,24 juta ton atau naik 17%.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Milawarma mengatakan, pencapaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi perseroan ditengah kondisi harga batubara yang belum stabil dan kian merosot, “Periode yang sama tahun lalu, perseroan mencatat penjualan sebanyak 11,36 juta ton. Selain itu ekspor batubara perseroan juga meningkat hingga 36% dibandingkan periode tahun lalu,”ujar dia di Jakarta, Kamis (10/10).

Disebutkan, Taiwan menjadi negara pengimpor batubara terbesar bagi perseroan yang berkontribusi sebanyak 31%. Dimana komposisi penjualan 13,24 juta ton terdiri dari 53% atau 7,02 juta ton dari ekspor dan domestik sebanyak 6,22 juta ton atau 47%.

Dia mengakui, dibandingkan ekspor pada tahun lalu, periode tahun ini mengalami kenaikan hingga 36%.“Negara tujuan ekspor seperti Taiwan sebesar 2,24 juta ton atau 31% dari total ekspor, kemudian India sebesar 1,85 juta ton atau 26%, Cina sebesar 1,20 juta ton atau 17%, Malaysia 0,99 juta ton atau 14%. Sementara ke Jepang sebesar 0,47 juta ton atau sebesar 6,5%, dan Vietnam 0,24 juta ton atau 3,5%”, jelasnya.

Hingga akhir tahun perseroan menargetkan pertumbuhan volume penjualan dan pendapatan dapat tumbuh hingga 25%. Target pertumbuhan ini diyakini dapat terealisasi segera setelah penyelesaian pelabuhan Tarahan. Dengan beroperasinya pelabuhan tersebut, perseroan memperkirakan pelabuhan akan mampu melayani kapal berkapasitas 150-200 ribu ton.“Hal ini diharapkan meningkatkan daya saing perseroan di antara negara pengekspor batubara. Saat ini kapasitasnya masih 80 ribu ton”, ujarnya.

Sementara itu, volume produksi dan pembelian batubara pada kuartal ketiga 2013, yaitu naik 13,27 juta ton atau 9% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Perseroan mencatat produksi tersebut berasal dari unit tambang Tanjung Enim sebesar 12,47 juta ton dan sisanya pembelian dari pihak ketiga.

Selain berhasil menaikan penjualannya, perseroan bekerjasama dengan General Electric International Operations Company Inc (GE) untuk pengembangan transportasi batubara. Kerjasama ini dilakukan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 24 September lalu.

Kata Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk, Joko Pramono, perseroan dengan GE bekerjasama untuk transportasi, benifisiasi batu bara, listrik, gas metana batubara dan pengembangan sumber daya. Saat ini, perseroan melalui konsorsium PT Bukit Asam Transpacific Railway sedang mempersiapkan pembangunan angkutan batu bara dengan kereta api dari lokasi Tanjung Enim, Sumatra Selatan menuju Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun.

Dengan adanya kerjasama tersebut, perseroan mengharapkan dukungan GE untuk sistem dan sarana-prasarana transportasi batubara yang tengah dikembangkan oleh perseroan. Pembangunan konstruksi jalur kereta api ini akan direalisasikan setelah restrukrisasi kepemilikan saham di tambang PT BAB antara PTBA dan PT Rajawali Asia Resources yang sedang berlangsung, dan akhir tahun ini akan selesai. (nurul)