Perjalanan Proyek MRT Jakarta

Sabtu, 12/10/2013

Perjalanan Proyek MRT Jakarta

2008

Proyek Pertama di Indonesia yang menggunakan skema sub-loan agreement tiga tingkat antara lender (JICA) dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan BUMD (PT MRT Jakarta).

17 Juni: PT Mass Rapit Transit (MRT) Jakarta dibentuk melalui Perda Nomor 3 Tahun 2008 dan Perda Nomor 4 Tahun 2008.

2009

•Maret: -Penandatanganan Naskah Perjanjian Penerusan Hibah (NPPH) antara Pemerintah RI dengan Pemprov DKI.

. Maret: Perjanjian Kredit Tahap 2 (L/A 2) untuk pinjaman tahap konstruksi senilai 48,15miliar Yen.

17 Februari: Pertama kalinya Direksi dan komisaris PT MRT Jakarta diangkat.

2010

•Proses Basic Engineering Design bersama JWG

-Desember Minutes of Discussion 2010 yang membahas Proyek MRT Jakarta Tahap I dan Tahap II.

2011

•Januari

Basic Engineering Design selesai, siap lelang

•Juni

Surat Gubernur perihal penunjukan PT MRT Jakarta untuk melaksanakan lelang konstruksi

•Juni

Proses lelang Konstruksi Sipil

2012

•Mei

Minutes of Discussion 2012 perihal Engineering Services Tahap II

•November

Revisi Bluebook Bappenas 2012 perihal penambahan Pinjaman MRT

•November

Public Hearing

2013

- Mei – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan dimulainya proyek MRT di Bunderan HI

- Oktober

DPRD DKI mensahkan Perda pembentukan PT MRT Jkarta sebagai BUMD

Dimulainya paket konstruksi layang (elevated)

Tender railway system (CP 107) & trackwork dan rolling Stock (kereta, CP 108) yang terbagi menjadi dua, yaitu CP 107 dan CP 108.

Anatomi Proyek MRT

Panjang lintasan:

15,7 km meliputi: (9,8 km elevated) dan 5,9 km bawah tanah (underground)

Stasiun:

13 ( 7 layang dan 6 bawah tanah)

Waktu tempuh:

30 menit

Jarak antar stasiun:

0,6 – 2,0 km

Headway:

5 menit (pada 2018)

Rolling Stock:

+ 16 set kereta (96 gerbong)

Listrik:

60 MVA

Kapasitas depo:

Lebakbulus 84 gerbong. (saksono)