DPR Dukung Pembentukan Pusat Inkubasi UMKM

Kamis, 10/10/2013

NERACA

Jakarta - Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto, mendukung ide pembentukan pusat inkubasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di 21 negara anggota Negara-negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik yang lahir dari pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC). Menurut dia, pusat inkubasi UMKM tersebut akan mendorong ekonomi dalam skala yang luas di seluruh negara-negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

“Faktanya ekonomi mikro adalah penggerak ekonomi Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah per Juni 2013, saat ini ada 55,2 juta UMKM atau 99,98 persen dari total unit usaha di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (9/10). Sektor UMKM, lanjut Airlangga, menyerap 101,72 juta tenaga kerja atau 97,3% dari total tenaga kerja Indonesia. UKM juga menyumbang 57,12% dari produk domestik bruto (PDB) yang mencapai Rp8.200 triliun.

Pada kesempatan terpisah anggota ABAC, Erwin Aksa, mengatakan pusat inkubasi UMKM akan menggunakan teknologi inovasi yang akan memberikan kemudahan pemasaran dan juga pembiayaan karena semuanya menerapkan sistemall in one e-commerce.

"Pusat inkubasi atau accelerate center ini akan ada di 21 negara APEC. ABAC juga merekomendasikan munculnya kebijakan yang bisa memberikan jaminan kepada pelaku UMKM, khususnya jaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan diversifikasi pembiayaan," kata dia di Nusa Dua, Bali, belum lama ini.

ABAC merupakan suara resmi dari kalangan pebisnis APEC. Forum ini melibatkan para pemimpin bisnis dari 21 anggota APEC yang dipilih secara resmi oleh kepala pemerintah masing-masing dan bertugas mengidentifikasi prioritas-prioritas kebijakan dan isu-isu krusial dari sektor bisnis untuk mencapai kerja sama ekonomi yang lebih erat.

Selain itu, Airlangga juga mendorong pemerintah membuka peningkatan akses usaha mikro kecil menengah (UMKM) terhadap penerapan Information, Communication, dan Technology (ICT). Pasalnya, hanya sedikit pelaku UMKM di Indonesia yang sadar bahwa penguasaan teknologi informasi (TI) dapat membuka peluang lebih lebar bagi usaha mereka.

Dengan perluasan akses telekomunikasi bagi sektor UMKM akan meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar UMKM karena banyak tergabung dalam banyak jaringan terutama di wilayah Asia Pasifik. Airlangga pun menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai kekuatan yang seimbang, dalam hal pertumbuhan global, berkelanjutan dan inklusif. Dalam proses ini, anggota APEC sepakat untuk memfasilitasi partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan wirausahawan perempuan. [ardi]