Kejar Trader untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak

NERACA

Jakarta - Wakil Ketua Komite Tetap Pajak Kadin Antonius Prijo Handoyo Kristanto mengatakan bahwa Pemerintah bisa melakukan optimalisasi penerimaan pajak dengan fokus mengejar trader di segala industri. “Trader itu jumlahnya sekitar 30-40%, jadi kalau bisa dikejar terus, maka penerimaan dari perpajakan bisa naik separuh dari biasanya,” kata Prijo di Jakarta, Rabu (9/10).

Prijo menceritakan pengalamannya di Sumatera. Di sana truk-truk pedagang yang masuk ke kebun-kebun kelapa sawit dan karet itu banyak membawa uang. “Tetapi selain bawa uang, mereka juga bawa bedil. Sementara pegawai pajak tidak dibantu siapa-siapa. Tentu saja dia takut,” kata Prijo.

Alangkah baiknya, lanjut Prijo, jika kasus-kasus semacam itu mendapat sokongan dari keamanan negara, mungkin polisi. Sehingga pegawai pajak tidak lagi takut dalam mengejar wajib pajak yang bermain senjata.

“Pegawai pajak yang 32 ribu harus dimanfaatkan seefektif mungkin. Cari yang belum bayar pajak yang gede-gede itu tadi, seperti pedagang hasil kebun dan batu bara. Kejar itu perusahaan yang bisnis besar tapi kerja di bawah tanah. Tidak terbatas di pedagang besar sektor tambang dan perkebunan, tapi yang pedagang besar di sektor lain juga banyak, yang kantornya tidak jelas di mana,” kata Prijo.

Selain itu, Prijo juga berpesan untuk melakukan pengampunan pajak. “Tahun 2004, Kadin pernah ajukan pengampunan pajak ke DPR, lalu ditolak karena alasan moral hazard. Tahun 2007, Sri Mulyani keluarkan sunset policy, sebetulnya itu pengampunan pajak, dan hasilnya banyak. Ini sudah lima tahun, kenapa tidak diulangi lagi. Itu selain untuk penerimaan, supaya yang belum bayar jadi bayar, lalu yang belum muncul itu jadi muncul semua,” jelas dia. [iqbal]

Related posts