Lagi, BEI Rilis Tujuh Emiten "Bandel" - Telat Laporan Keuangan Semester I

NERACA

Jakarta – Tingkat kedisiplinan emiten dalam laporan keuangan masih saja ditemukan telat pelaporan dari target yang ditentukan. Tercatat, setidaknya ada tujuh perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangan semester I/2013, yang berakhir Juni 2013. Informasi tersebut disampaikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (9/10).

Terkait hal tersebut, BEI telah menyampaikan surat peringatan kepada ketujuh perusahaan tersebut. Disebutkan, ada tiga perusahaan mendapatkan surat peringatan III, dua perusahaan mendapatkan surat peringatan tertulis II dan sisanya surat peringatan tertulis I.

Adapun dalam laporannya, otoritas BEI menyebutkan tiga perusahaan hingga 28 September 2013 belum menyampaikan laporan keuangan interim dan dikenakan peringatan tertulis III serta tambahan denda sebesar Rp150 juta. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Surabaya Agung Industri Pulp dan Kertas Tbk (SAIP), PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK), dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

Sementara satu perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangan hingga 28 September 2013 dan mendapatkan peringatan tertulis II adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Sedangkan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) belum menyampaikan laporan keuangan hingga 14 September 2013. Selain surat peringatan, keduanya juga diganjar denda sebesar Rp50 juta.

Dua perusahaan lain yang mendapatkan surat peringatan tertulis I adalah perusahaan milik Grup Bakrie, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Keduanya mendapatkan surat peringatan karena telah menyampaikan laporan keuangan, namun melebihi batas waktu yang ditentukan, yaitu 30 September 2013. Meskipun demikian, keduanya tidak dikenakan denda.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang pernah bilang, emiten yang telat menyampaikan laporan keuangan dengan beberapa alasan dinilai sangat tidak berdasar. Pasalnya, emiten yang notabene sebagai perusahaan publik seharusnya dapat memegang komitmen mereka untuk mengikuti ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan pihak otoritas PT Bursa Efek Indonesia.“Saya rasa itu hanya alasan saja karena kalau memang mereka niat sebetulnya bisa dilakukan sewaktu Auditor melakukan audit untuk laporan keuangan per kuartalnya dan sisa waktu tiga bulan setelah berakhir pelaporan masa laporan keuangan,” katanya.

Menurut dia, emiten yang beralasan karena masih menghitung kerugiannya dan sedang berada dalam belitan masalah tidak dapat dibenarkan. Tidak terkecuali bagi emiten yang menyatakan masih memperhitungkan akurasi data dan akuntabilitas. “Waktunya lebih dari cukup sehingga tidak beralasan untuk tidak menyerahkan ke otoritas Bursa Efek.” tandasnya.

Terkait masalah ini Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada berpendapat yang sama. Menurut dia, keterlambatan penyampaian laporan keuangan emiten berpotensi merugikan investor. Pasalnya, pelaku pasar membutuhkan informasi jelas terkait keberlangsungan usaha yang dijalankan emiten. Terlebih saat ini sudah memasuki semester dua 2013. (bani)

Related posts