Genjot Penjualan, Antam Gencar Buka Butik Emas

Kamis, 10/10/2013

Untuk meningkatkan penjualan emas perseroan, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) akan membuka sebanyak lima outlet butik emas logam mulia hingga akhir tahun ini. Langkah ini dilakukan sebagai strategi ekspansi perseroan untuk menjangkau lebih banyak konsumen retail di Indonesia, khususnya Jakarta. “Sampai dengan akhir tahun 2013, ANTAM, melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM), akan membuka 5 outlet butik emas logam mulia di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Palembang.” kata Direktur Keuangan ANTM, Djaja Tambunan di Jakarta, Rabu (9/10).

Pembukaan beberapa outlet tersebut, sambung dia, dilakukan untuk mempermudah konsumen emas logam mulia perseroan dalam melakukan transaksi pembelian yang baik dan nyaman. Kelima butik logam mulia tersebut juga untuk meningkatkan cakupan penjualan emas logam mulia yang saat ini masih dilayani di tiga lokasi yaitu Pulogadung-Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Baru saja, kata dia, pihaknya membuka butik emas logam mulia pertama yang berlokasi di Gedung Aneka Tambang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Rencananya, pada tahun 2014 perseroan akan membuka 5-10 outlet butik emas logam mulia di berbagai kota di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan ekspansi penjualan emas ke konsumen retail.

Diketahui, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) saat ini tengah fokus pada pengembangan usaha proyek hilir untuk mengoptimalkan komoditas inti yang diproduksi perseroan seperti nikel, emas, dan bauksit. Untuk komoditas emas misalnya, selain berfokus pada pencarian cadangan baru, pihak manajemen mengaku akan terus menjajaki berbagai kesempatan yang muncul.

Pada awal Juni 2013, perseroan disebut sebut telah mengantongi persetujuan untuk memperpanjang izin pinjam pakai kawasan hutan untuk komoditas emas di Jawa Barat hingga 2021. Wilayah tersebut tercatat memiliki tingkat produksi sekitar 3 ton per tahun. Selain itu, perseroan juga tengah melakukan berbagai persiapan untuk dapat merealisasikan kegiatan eksplorasinya di Myanmar. Rencananya, pada tahap awal, perseroan akan fokus pada komoditas tambang emas di wilayah tersebut.

Pihaknya mencatat, jumlah cadangan dan sumber daya emas yang dimiliki perseroan saat ini sebesar 9,4 juta dmt. Sementara cadangan dan sumber daya nikel sebesar 825,3 juta wmt dan bauksit mencapai 473,8 juta wmt. Untuk komoditas emas, saat ini perseroan mengoperasikan tambang emas Pongkor di Jawa Barat dan Cibaliung di Banten, dengan tingkat produksi per tahun sekitar 3 ton. Selain itu, ANTAM juga memiliki 25% PT Nusa Halmahera Minerals yang mengoperasikan tambang emas Gosowong di Maluku Utara. (lia)