Haus Informasi Pendidikan Tinggi Luar Negeri

Pelajar Banjiri WEEI 2013

Sabtu, 12/10/2013

NERACA

Antusiasme pelajar Indonesia terkait pendidikan tinggi di luar negeri terlihat dalam kegiatan World Education Expo Indonesia 2013 yang digelar beberapa waktu lalu di di Balai Kartini, Jakarta. Sekitar 8 ribu pelajar dari 60 SMA di Jabodetabek membanjiri ajang perdana tersebut.

Head of World Education Expo Indonesia Stephanie Riadi menuturkan, mutu pendidikan Indonesia tidak kalah bagus dengan pendidikan tinggi di luar negeri. Namun, pengenalan perguruan tinggi asing kepada para pelajar bisa memperluas pilihan mereka dalam melanjutkan pendidikan tinggi kelak. “Siswa Indonesia memiliki minat yang cukup besar untuk masuk ke kampus di luar negeri,” kata dia

Berdasarkan data Pusat Data dan Statistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), siswa SMA yang melanjutkan ke luar negeri mencapai 84.000 pada tahun 2011. Dan Kementrian Pendidikan juga mendukung program ini, Tercatat, 5 negara tujuan utama mereka untuk melanjutkan pendidikan adalah Singapura, Australia, Malaysia, Tiongkok dan AS.

Lebih lanjut Sthephanie mengatakan bahwa kegiatan yang di ikuti oleh 100 universitas dari 20 negara, mulai dari Singapura, United Kingdom, Australia, negara-negara Eropa, Korea, hingga Mesir ini terselenggara karena melihat adanya kebutuhan para pelajar Indonesia terhadap informasi pendidikan di luar negeri.

"Biasanya yang sering mereka dengar hanya beberapa universitas saja padahal ada banyak universitas yang belum mereka kenal. Misalnya Mesir. Jika dilihat dari data yang ada, hasilnya cukup mengejutkan, ternyata banyak pelajar Indonesia yang kuliah di Mesir. Selama ini memang banyak tapi mungkin kita tidak tahu. Maka kami ajak perwakilan dari Mesir, yaitu Mansoura University untuk mengenal lebih jauh tentang pendidikan di sana," papar dia.

Dalam ajang ini para peserta yang diundang berasal dari 60 sekolah, baik negeri maupun swasta unggulan dan berpotensi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Mulai dari BPK Penabur, SMAN 34 hingga sekolah internasional, seperti Sekolah Pelita Harapan (SPH) maupun Springfield International School.

"Berbeda dengan expo lain, kami menyediakan bus untuk menjemput mereka. Ini jadi bagian dari kegiatan sekolah dan memfasilitasi sekolah kecil, seperti Springfield untuk mengadakan pameran," jelas Stephanie.

Di sini para pelajar bukan hanya melihat pameran, tapi juga punya kesempatan mendapatkan beasiswa. Sementara informasi yang tersedia di pameran ini tidak hanya untuk program sarjana, tetapi juga program Master. Di dalam pameran ini, peserta juga bisa mengikuti tes beasiswa yang digelar oleh sejumlah negara atau universitas. Contohnya adalah Korean Scholarship Testing untuk memperoleh beasiswa di Korea, atau Scholarship Testing untuk Canadian Tourism College Philippines.

“Pameran ini juga menghadirkan beberapa lembaga pendidikan asing, seperti Nuffic Neso, Study Rusia, Campus France, Education Malaysia, serta Education USA. Peserta dapat bertanya segala hal terkait pendidikan di negara yang diminati, seperti pengurusan visa pelajar, komunitas Indonesia di luar negeri, bahkan cara beradaptasi di negara tujuan,” tambahkan Stephanie