Penguatan Indeks BEI Masih Berlanjut

Kamis, 10/10/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 24,931 poin (0,56%) ke level 4.457,438. Sementara Indeks LQ45 naik 5,465 poin (0,74%) ke level 748,712. Penguatan indeks BEI ditopang aksi beli yang dilakukan investor domestik yang memburu saham-saham sektor komoditas.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, IHSG BEI menguat seiring ekspektasi pasar melihat inflasi Indonesia kedepan lebih terkontrol sehingga tingkat acuan suku bunga (BI Rate) diperkirakan tidak jauh dari level saat ini sebesar 7,25%, “Inflasi yang terkendali menjadi sentimen positif, “ujar dia di Jakarta, Rabu (9/10).

Namun, kata dia, di sisi lain pasar masih dibayangi oleh kekhawatiran investor terjadinya gagal bayar pemerintah AS menyusul belum adanya kesepakatan peningkatan pagu utang. Dia menambahkan, lembaga dana moneter internasional (IMF) juga memperingatkan bahwa jika AS mengalami gagal bayar (default), maka dampaknya akan sangat serius bagi ekonomi dunia.

Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa pergerakan IHSG BEI dalam dua pekan terakhir cenderung mendatar karena sentimen yang belum ada kepastian terutama dari eksternal."Dalam kondisi saat ini saham-saham lapis dua cenderung aktif," kata dia.

Berikutnya pada perdagangan Kamis, indeks BEI diproyeksikan masih akan terus bergerak menguat karena masih berlanjutnya aksi beli. Dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan Kamis, diantaranya Tunas Baru Lampung (TBLA), BW Plantation (BWPT), Citra Marga (CMNP), Saracentral Bajatama (BAJA).

Pada perdagangan kemarin, indeks sempat menanjak ke posisi tertingginya di level 4.469,240 sebelum menutup perdagangan. Indeks tak lagi fluktuatif memasuki perdagangan sesi terakhir. Tercatat perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 145.353 kali pada volume 4,684 miliar lembar saham senilai Rp 4,896 triliun. Sebanyak 156 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 104 saham stagnan. Rata-rata bursa regional menguat di zona hijau menutup perdagangan. Hanya bursa saham Hong Kong yang masih melemah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 20.000 ke Rp 360.000, Nipress (NIPS) naik Rp 2.950 ke Rp 17.750, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.400 ke Rp 29.300, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 1.000 ke Rp 18.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 25.000 ke Rp 1,175 juta, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 34.450, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 600 ke Rp 6.900, dan Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 11.050.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 6,971 poin (0,16%) ke level 4.439,478. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,447 poin (0,19%) ke level 744,694. Sembilan dari sepuluh sektor saham berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham agrikultur. Indeks sektor finansial melemah gara-gara koreksi di saha-saham bank.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 76.041 kali pada volume 2,166 miliar lembar saham senilai Rp 2,492 triliun. Sebanyak 118 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Bursa-bursa regional yang diawal kompak melemah, mulai bergerak variatif. Pelaku pasar berhati-hati dalam transaksi sambil mencermati situasi di pasar global. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 2.200 ke Rp 17.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.150 ke Rp 29.050, Lion Metal (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 13.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 17.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 34.350, Matahari (LPPF) turun Rp 250 ke Rp 11.100, Inti Bangun (IBST) turun Rp 150 ke Rp 6.250, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 100 ke Rp 7.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 11,87 poin atau 0,27% menjadi 4.420,64. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,03 poin (0,41%) ke level 740,22, “IHSG bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah seiring bursa regional yang berfluktuasi menyusul aksi ambil untung," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, koreksi indeks BEI itu juga dikarenakan pelaku pasar yang masih khawatir terkait kesepakatan batas atas utang dan berhentinya sebagian kegiatan departemen AS. Selain itu, proyeksi lembaga moneter internasional (IMF) yang menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 2,9% di 2013 menambah sentimen negatif di pasar saham.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, buntunya kesepakatan kenaikan pagu utang AS masih membayangi laju indeks BEI. Kemudian belum tercapainya kesepakatan di AS itu menyebabkan sebagian kegiatan pemerintahan berhenti, sehingga menyebabkan beberapa data ekonomi ditunda untuk diumumkan.

Data pekan lalu yang tertunda, yakni tenaga kerja dan pengangguran, sedangkan data pekan ini yang mungkin tertunda yaitu penjualan ritel dan neraca perdagangan. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 155,49 poin (0,67%) ke level 23.023,36, indeks Nikkei-225 naik 21,91 poin (0,16%) ke level 13.916,96 dan Straits Times menguat 7,21 poin (0,23%) ke posisi 3.154,29. (bani)