BEI Gandeng London Stock Exchange - Bidik Investor Asing

NERACA

Jakarta - Banyak kesamaan antara Bursa Efek indonesia (BEI) dan London Stock Exchange/LSE. Hanya saja, emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia kurang dikenal oleh investor asal London, sehingga pemerintah London akan berdiskusi untuk mengajak investornya berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Walikota London, Alderman Roger Gifford dalam kunjungannya ke BEI pada Selasa (9/10). Dia menyatakan perusahaan yang terdaftar di BEI banyak yang tidak dikenal investor LSE, sehingga pihaknya saat ini tengah mendiskusikan untuk bekerjasama dengan pihak BEI."Kami akan mengajak investor di London untuk berinvestasi di Indonesia dalam program investor", ujar dia.

Dia menambahkan, maraknya jumlah investor asing yang mendominasi di Indonesia juga serupa dengan kondisi pasar modal di London. Dimana jumlah investor asing lebih banyak dibandingkan investor domestik. Hal ini berbeda dengan New York Stock Exchange (NYSE) dan tentunya, ini semua perihal edukasi.

Kata Alderman, Eropa dan Indonesia dapat saling belajar walaupun butuh waktu agar masyarakat memahami pasar modal. Terkait kabar LSE akan menggantikan NYSE, menurutnya, London lebih internasional dibandingkan New York. "Walaupun New York besar, namun hanya di pasar domestik. Sementara london jumlah investor asingnya lebih banyak. Tetapi saya tidak dapat mengatakan London akan menggantikan New York,”tandasnya.

Sementara itu, terkait pelemahan indeks akibat kondisi makro ekonomi global yang kurang baik, sektor pertambangan dinilai masih menjadi yang terbaik bagi para investor Eropa. Selain pertambangan, dia menilai sektor telekomunikasi, infrastruktur dan ritel masih menjadi pilihan lain dan cukup menarik bagi investor Eropa."Ketika sedang berkembang setiap sektor cenderung menarik. Seiring berjalannya waktu, Indonesia memiliki manufaktur yg baik sehingga mampu menciptakan value yang bagus bagi investor", katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Ito Warsito menyatakan bahwa kedatangan Walikota London untuk meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Inggris. Kerjasama ini dalam sektor keuangan."Jabatannya setingkat ambasador, kedatangannya untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia soal keuangan. BEI dan LSE sudah cukup lama melakukan kerjasama, jadi tidak ada hal baru. Kunjungan ini hanya untuk mempererat kerjasama dan hubungan antara Indonesia dan Inggris", ujar dia. (nurul)

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun - IHSG Sepekan Tumbuh 1,07%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

PT Mekar Agung Sejahtera Gandeng PROJEK dan 7 Master Franchise - Pasarkan Bali Resort Bogor

PT Mekar Agung Sejahtera Gandeng PROJEK dan 7 Master Franchise   Pasarkan Bali Resort Bogor NERACA Jakarta - PT Mekar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dicatatkan di Singapura - Garuda Optimis Bond Mampu Diserap Pasar

NERACA Jakarta – Danai pelunasan utang, PT Garuda Indonesia (Persero) bakal menerbitkan global bond dan hingga US$ 750 juta. Aksi…

OJK Edukasi Pasar Modal Syariah di Bekasi

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengintensifkan sosialisasi seputar pasar modal berbasis syariah guna meningkatkan pengetahuan dan penerimaan masyarakat seperti dilakukan…

META Bagikan Dividen Rp 2,5 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal membagikan dividen interim kepada seluruh pemegang saham sebesar Rp 2,5 per…