Implentasi Kurikulum 2013 Yakin Lancar

Sabtu, 12/10/2013

NERACA

Hingga kini penerapan Kurikulum 2013 di sejumlah sekolah berjalan cukup baik sehingga kekhawatiran para guru terhadap berbagai kendala pelaksanaan kurikulum baru tersebut tidak terbukti.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim di Banjarmasin usai menghadiri wisuda mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Sabtu (5/10), dari hasil pengamatan yang dilaksanakan Kemendikbud di beberapa sekolah, pelaksanaan kurikulum 2013 hampir tidak ada masalah.

"Silahkan cek ke beberapa sekolah untuk memastikan bagaimana pelaksanaan kurikulum baru ini, Insya Allah bisa berjalan lancar dan tidak ada persoalan berarti," kata Wamendikbud.

Menurut dia, kurikulum baru dalam penerapannya di sejumlah sekolah pilihan tahun ini diterima baik oleh masyarakat. Testimoni dari guru-guru yang mengapresiasi kurikulum baru, kata dia, tersebar dari seluruh wilayah, baik yang ada di Jakarta maupun di daerah-daerah, termasuk testimoni dari orang tua dan siswa.

"Banyak testimoni dari guru-guru yang menyambut baik penerapan kurikulum 2013. Guru kan tidak bisa dibeli, tidak mau dia disuruh ngomong ini padahal tidak sesungguhnya," imbuh dia.

Namun demikian, tambah dia, untuk menyempurnakan penerapan dan pelaksanaan kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan di seluruh sekolah pada 2014, kini Kemendikbud sedang melakukan evaluasi. Evaluasi pelaksanaan tersebut antara lain melalui metode sensus, bukan survei maupun pengambilan sampel, melainkan melibatkan seluruh sekolah yang menerapkan kurikulum 2013.

Dari hasil evaluasi tersebut, akan menjadi salah salah satu acuan untuk penyempurnaan program atau kurikulum yang kini baru berjalan pada 6.326 sekolah di Indonesia dan di Kalsel baru 111 sekolah pada tujuh kabupaten dan kota.Dari beberapa sekolah tersebut, baru beberapa jenjang yang menerapkan kurikulum 2013, yaitu untuk sekolah dasar baru kelas I dan IV, kemudian SMP kelas I, dan SMA kelas I.

Sekretaris bidang Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Amka mengungkapkan, kini pihaknya terus melakukan sosialisasi pelaksanaan kurikulum yang baru diterapkan pada sebagian sekolah di Kalsel.

"Kita akan persiapkan sumber daya manusianya, dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada para guru, sehingga pada saat kurikulum 2013 diimplementasikan secara menyeluruh, tidak ada lagi kesulitan yang harus dihadapi," kata dia.

Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 pada tujuh kabupaten/kota di Kalsel tersebut ada ratusan guru dari semua jenjang/tingkatan yang terlebih dahulu mengikuti pelatihan. Pelatihan dalam menghadapi pelaksanaan kurikulum 2013 pada tahap pertama tersebut, rencananya melibatkan 47 kepala sekolah dasar (SD) serta 246 orang guru. Selain itu, dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) 206 guru, Sekolah Menengah Atas (SMA) 51, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 86 orang guru.

Topik Terkait

kurikulum tidk lancar